headerummary

3 Alasan Menulis di Blog dan Tips Bijak Mengatur Waktu

14 comments
Alasan menulis di blog


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Saya memilih menulis di blog karena punya kisah di balik di alasan tersebut. Saya bukanlah seseorang yang memiliki ketekunan dalam hal menulis. Karena awalnya saya hanya suka mencoret-coret di kertas. Saya senang menggabungkan kata demi kata tanpa paham makna yang jelas. Bisa dibilang membuat puisi ala-ala. Setelah mengenal media elektronik seperti di zaman sekarang ini, saya lebih tertarik untuk menorehkan apa yang ada di hati dan kepala melalui ketukan jemari. 

Dahulu saya termasuk anak yang sangat jarang membaca, sehingga pengetahuan yang saya miliki begitu terbatas, terutama hal-hal yang berkaitan dengan literasi. Saya hanya senang menulis puisi kala itu. Saya senang merangkai kata demi kata, bait demi bait, baris demi baris. Terutama menuliskan kosa kata yang baru saya dengar, atau jarang orang ucapkan menjadi tulisan yang enak dibaca. Karena bagi saya saat itu, membuat tulisan yang tidak semua orang langsung paham, adalah keren. Terlebih saya termasuk anak pendiam. Ketika mengalami suatu emosi yang tidak bisa diungkapkan, maka saya akan menulis puisi untuk meluapkan. 

Kini saya mulai tersadar, ternyata menulis tanpa makna jika tak disertai ruh di dalamnya akan sia-sia. Saya pun takut jikalau tulisan saya, menjadi pemberat hisab yang harus dipertanggungjawabkan kelak. Hingga semakin kesini saya terus merenungi, apa yang sebenarnya manusia cari di dunia ini. Terutama pertanyaan itu saya ajukan pada diri sendiri. Mengapa harus susah payah bekerja, mengapa sibuk membuat karya, mengapa banting tulang demi mencukupi kehidupan.

Alhamdulillah, Allah menunjukkan cahaya-Nya melalui kajian-kajian yang saya ikuti. Saya menyadari bahwa ridho Allah lah yang saya cari. Dari majelis ke majelis saya terus dituntun dan ditunjukkan, ke arah mana jalan menemukan ridho Allah tersebut. Dan usaha menggapainya yang terdekat, adalah dengan memperoleh ridho suami dan ridho orang tua. Dalam rumah tangga, suami saya membebaskan saya berkarya dimana. Sempat ingin bekerja di ranah publik, namun berbekal pesan para pendakwah saya memilih mengambil peran domestik.

Saya yang haus akan ilmu di masa lalu ingin membayarnya di masa sekarang, agar tidak menyesal di masa depan. Berbagai bidang saya coba ulik dan terapkan, dengan tujuan untuk mengetahui potensi diri, meningkatkan keimanan, serta bermanfaat bagi orang lain, khususnya keluarga sendiri. Mulai dari mempelajari pola hidup sehat, trial and error memasak, usaha online, mendalami ilmu agama, tajwid dan Bahasa Arab, ilmu berbenah rumah, ilmu persalinan normal setelah sebelumnya caesar, seperti yang saya tuangkan kisahnya dalam Birth Story Singkat VBAC, ilmu pengasuhan anak, dan lainnya. 

Sembari belajar saya rajin mencatat, membuat resume, dan mengambil kesimpulan. Saya berharap, ilmu yang saya peroleh dan sekian masa yang saya gunakan di waktu tersebut, akan bermanfaat di kehidupan saya saat ini dan yang akan datang. Namun saya butuh perubahan, agar ilmu ini tidak menguap begitu saja. Saya ingin Allah meridhoi saya saat menuntut ilmu, saat mengamalkan ilmu, dan saat membagikan kembali ilmu yang saya miliki. Saya berharap dari tulisan saya, akan lebih banyak lagi orang yang tergerak untuk menemukan cahaya-Nya, sehingga Allah meridhoi saya melalui rangkaian-rangkaian aksara yang orang lain baca. 


ALASAN MEMILIH MENULIS DI BLOG


Saya merasa blog adalah wadah menulis yang tepat. Dan 3 alasan saya memilih menulis di blog adalah terkait kepraktisannya, praktis dalam hal berikut ini :

  • Praktis menulis

Di era modern ini, dengan gawai di tangan, membuat saya lebih cepat menuangkan ide atau hal-hal penting untuk dicatat. Dimana saja dan kapan saja, saya dapat menguraikan ide tersebut menjadi tulisan panjang. Tidak perlu repot mencari pena dan kertas, bahkan penghapus. Catatan akan lebih rapi dan indah sebab saya bisa mengubah dan menambah isi sesuka hati.

  • Praktis menyimpan

Saya berkeinginan membuat arsip yang rapi untuk tulisan-tulisan saya, baik yang berupa artikel layak tayang, atau sekedar curahan hati yang sayang dibuang. Karena saya merasa betapa sia-sia jika selama ini ilmu yang saya dapatkan, menguap dari ingatan. Seringkali catatan yang dibuat enggan dibaca kembali sebab tulisan yang tak rapi. Atau saat butuh dibuka, bukunya hilang entah kemana.

  • Praktis sharing

Tulisan yang dibuat akan lebih bermanfaat ketika lebih banyak orang ikut melihat. Maka setelah ditulis, saya berkeinginan untuk membagikannya kembali. Dengan blog saya dapat mempublikasikan tulisan saya saat itu juga, maka orang lain pun akan langsung membaca. Tulisan-tulisan ini akan selamanya hidup meskipun penulisnya telah tiada. Semuanya akan aman tercatat, tersimpan dengan baik dan tak lekang oleh zaman. Ia akan menjadi kenangan yang dapat terus berbicara kepada siapapun, walaupun tak langsung. 


Tips Bijak Mengatur Waktu


Manajemen waktu selalu menjadi peer terbesar saya saat ini. Bahkan untuk mendaftar Blogspedia Coaching for Newbie harus berpikir berulang kali, sebab Allah baru saja mengamanahkan saya seorang bayi. Saya terus bertanya dalam diri, apakah motivasi terbesar saya untuk bergabung, bagaimana saya dapat mengatur waktu, dan akankah saya mampu istiqomah menyelesaikan pembelajaran hingga akhir. Saya meminta pada Allah untuk permudahkan jalan jika memang Ia ijinkan. Serta ridho suami tak lupa saya prioritaskan. Saya pun ingin men-challenge diri sendiri, jika tidak sekarang belajar blogging dan writing, maka kapan lagi.

Sama halnya dengan mengatur waktu untuk belajar blog coaching, waktu khusus untuk blogging akan saya buatkan jadwalnya. Mendahulukan kepentingan diri sendiri saat ini tidaklah mungkin, sebab bagi saya tantangannya luar biasa. Tanggung jawab saya sebagai istri adalah yang utama, kewajiban mengatur rumah ialah keharusan, serta mengasuh dan mendidik dua balita merupakan peran yang tak terelakkan. 

Hal-hal demikian jika selalu dibayangkan akan membuat pusing kepala. Karena setiap kali merancang kegiatan yang hendak dilaksanakan, seringnya tertunda atau bahkan bubar jalan. Saya harus menurunkan ekspektasi dari hari ke hari, dan sempat berpikir bahwa sepertinya hidup saya kini bukan milik saya lagi.

Waktu laksana pedang


Saya tidak ingin lalai dalam memanfaatkan waktu yang Allah berikan. Karena waktu laksana pedang yang dapat menebas pemiliknya, jika tak digunakan sebaik-baiknya. Dalam renungan dan doa malam, saya teringat dua penggalan hadist yang berbunyi,

"Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu."
(HR. at-Tirmidzi, dan ia berkata, “Hadits ini hasan shahîh))

"Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.” 
(Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (V/ 183))

Dari dua ayat itu seakan Allah memberikan petunjuk, bahwa apabila sebagai seorang muslim menjadikan kepentingan Sang Pencipta yang utama, maka Ia akan senantiasa menolong hamba-Nya. Saya bertekad untuk terus menjaga dan memperbaiki ibadah saya, terutama sholat lima waktu. Saya berharap dengan menyegerakan bersujud pada-Nya, ikhtiar manajemen waktu saya akan menjadi semakin baik. Sebab saya percaya Allah lah yang memegang kendali atas waktu, yang akan mengatur waktu saya dan mengurus segala urusan dunia saya. 

Real tips bagi diri sendiri antara lain :

  • Bangun lebih pagi

Dini hari suasana masih senyap sehingga dapat menjadi momen yang pas untuk berpikir dan membuat karya.

  • Buat jadwal rencana pekerjaan setiap hari

Dahulukan yang bersifat penting dan darurat, agar mengurangi beban pikiran.

  • Segera manfaatkan waktu luang

Gunakan waktu luang untuk membaca dan memahami materi atau sesi diskusi yang tidak bisa diikuti, dengan menghadirkan hati dan pikiran secara utuh. Tidak menunda-nunda atau mencari-cari alasan dalam mengerjakan tugas adalah sebuah kewajiban.


Demikian lah alasan saya menulis di blog, serta sedikit tips bijak dalam mengatur waktu. Tulisan ini saya buat sebagai pengingat diri, agar saya tetap fokus pada tujuan dan istiqomah untuk terus mengerjakan. Saya berharap agar isi blog saya menjadi salah satu amal jariyah yang nantinya memberi kemudahan urusan akhirat saya. Bahwa mereka yang pernah, tengah, dan hendak membaca mendapat manfaat dari karya yang saya torehkan. Terima kasih yaa Sahabat, sudah ikut menyimak, semoga ada manfaat yang didapat.


Referensi: 

https://almanhaj.or.id
https://rumaysho.com
Ummi Maryama
Teman mainnya Maryam dan Hisham | Islamic Parenting - Home Education - Healthy Lifestyle Enthusiast | Partner belajar sekaligus pembelajar Al Qur'an

Related Posts

14 comments

  1. Wa'alaikum salam, bener banget nih mbak... Menulis ternyata butuh ruh agar hidup dan enak di baca ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul bunda wita, supaya yang baca bisa dapat greget nya jugs hehe

      Delete
  2. Bagus banget tampilan blognya mbaaak... Pembaca jadi betah baca diblog ini..hehehhe semangat selalu menulisnya mbaaak....

    ReplyDelete
  3. Sukaaa banget mba sama tulisan dan tampilan blognya, semoga selalu semangat dan sukses selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba amel, begitu juga dengan mba yaa

      Delete
  4. Alhamdulillah, tulisannya menginspirasiku untuk meluruskan niat, Mbak. Terima kasih. 😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mba dini, senang juga bisa menginspirasi

      Delete
  5. Pas baca tulisannya tuh rasanya langsung adem. Semangat terus mbak!

    ReplyDelete
  6. Memanfaatkan waktu luang... Peer buat saya juga itu mbak...

    Semangat terus... Betewe, saya suka banget tampilan blognya... Cantik...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba nuney, saling mengingatkan yuks

      Delete
  7. MasyaAllah mbak, sama-sama jadi ibu baru. Awalnya saya juga ragu mau ikut kelas ini. Takutnya nggak bisa membagi waktu dan tidak Istiqomah. Tapi setelah ikut kelas ini jadi lebih bertekat buat sampai di garis finis. Semoga kita bisa ketemu di garis finis mbak.. aamiin.. salam kenal juga :)

    ReplyDelete

Post a Comment