headerummary

Self Branding, melalui Media Sosial dan Teknik Fotografi 2

Post a Comment

Self branding fotografi


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Materi kedua tentang self branding dengan memanfaatkan teknik fotografi, disampaikan oleh narasumber perempuan bernama Mbak Gilang, yang juga merupakan seorang blogger aktif pemilik website Gemaulani. Sebagai lanjutan materi Self Branding dengan Media Sosial kemarin, Mbak Gilang memaparkan beberapa manfaat fotografi dan teknik-teknik sederhana yang dapat dilakukan untuk menambah nilai artistik sebuah artikel. Mari simak bersama.

TIPS MENGABADIKAN OBJEK DENGAN KAMERA SMARTPHONE ALA MBAK GILANG


Manfaat Foto dalam Artikel Blog menurut mbak Gilang

  1. Melengkapi gambaran visual dari isi artikel yang sedang dibahas
  2. Menarik perhatian pengunjung
  3. Sebagai pembatas antar beberapa paragraf agar tidak lelah saat membaca artikel yang panjang.
  4. Kemungkinan artikel di share oleh pengunjung ke media sosial lebih besar


Sumber Foto Gratis


Kita bisa mendapatkan foto-foto gratis dengan cara mengunduh dari situs penyedia gambar seperti Pixabay, Pexels, Unsplash, Flickr, dan FreeImages. Pada website tersebut tersedia ribuan gambar gratis yang dapat diunduh dan digunakan secara bebas. Namun alangkah lebih bijak jika saat menggunakannya kita mencantumkan sumber website. Sumber foto gratis lainnya yaitu foto original jepretan sendiri. Karena ini hasil karya kita pribadi, maka kita bebas mengedit dan memakainya dengan cara apapun. 

Beberapa Manfaat Penggunaan Foto Jepretan Sendiri


  • Tidak khawatir tentang copyright
  • Lebih dipercaya saat mengulas benda atau tempat
  • Gambarnya tidak pasaran
  • Bisa untuk branding
  • Bisa dapat backlink gratis


Kelebihan dan Kekurangan Hasil Capture Smartphone


Saat ini kamera bawaan smartphone sudah memiliki tingkat pixel atau kualitas gambar yang tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memotret objek yang kita inginkan. Dengan sedikit sentuhan editing dari berbagai aplikasi, maka kita sudah dapat menghasilkan foto menarik. Tidak perlu lagi kamera berukuran besar nan berat. Namun untuk mengetahui lebih jelas, kita cek bersama yuk kelebihan serta kekurangan fotografi menggunakan kamera smartphone.

Kelebihan

  • Dimiliki hampir semua orang
  • Mudah dibawa-bawa dan digunakan
  • Tidak perlu repot transfer file
  • Bisa di edit langsung di smartphone
  • Cukup bagus untuk digunakan di blog dan media sosial

Kekurangan

  • Bukaan lensa rata-rata masih f 2.2
  • Sulit memotret di kondisi minim cahaya
  • Kalau dicetak untuk ukuran besar kadang pecah
  • Rawan noise dan distorsi

Apa saja yang perlu disiapkan untuk memotret?


Persiapan memotret

  • Spesifikasi Kamera

Siapkan ponsel berkamera dengan resolusi minimal 12 megapixels, karena dengan ukuran tersebut sudah cukup untuk memotret objek dengan baik. Atur kualitas gambar pada pilihan high quality.

  • Pencahayaan

Secara sederhana sumber pencahayaan terbagi menjadi dua, yaitu alami dan buatan. Cahaya alami bersumber dari cahaya matahari, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dapat dilakukan di luar ruangan, dekat jendela atau dekat pintu. Sedangkan ahaya buatan dilakukan dengan bantuan cahaya lampu. Mbak Gilang berpesan untuk selalu memperhatikan dari mana arah datang cahaya, apakah dari depan, belakang, atau samping.

  • Tema dan Komposisi

Pilihan Komposisi untuk Pemula ada 3 jenis :
  1. Simplikasi : memotret objek tanpa tambahan properti
  2. The Rule of Third : memotret objek yang posisinya ditempatkan pada kira-kira 1/3 garis bantu/grid line atau persilangan garis horizontal-vertikal
  3. Dead Centre : Objek diletakkan di tengah bidang gambar
Sebelum mulai memotret, ada baiknya kita memikirkan dahulu tema apa yang cocok dengan objek yang akan kita potret. Dengan menyesuaikan tema benda tersebut misalnya berhubungan dengan kesehatan, anak-anak, kecantikan, makanan, black and white, dan sebagainya. Hal ini untuk memudahkan kita mengatur properti yang dibutuhkan untuk melengkapi komponen gambar.

  • Memilih Backdrop/Background

Pilihlah backdrop atau alas foto yang akan digunakan, namun sesuai dengan kebutuhan. Pemandangan hijauan di teras rumah, tembok bangunan, atau alas khusus beraneka warna yang dapat kita beli secara khusus, dapat menjadi pilihan. Alternatif lain bila tidak ingin mengeluarkan biaya terlalu banyak, kita bisa memanfaatkan bagian belakang kalender sebagai latar belakang objek. Namun karena permukaan kalender umumnya licin, harus diwaspadai foto yang menggunakan pencahayaan backlight akan membuat cahaya terpantul dari kertas, sehingga objek akan tampak gelap.

  • Nuansa dan Properti Secukupnya

Untuk mengabadikan suatu objek terutama benda mati, sebaiknya jangan terlalu banyak memasukkan warna, apalagi yang dipotret adalah makanan. Utamakan warna yang senada dengan objek agar terlihat perpaduan yang lembut. Begitupun dengan memilih properti, jangan sampai menonjol sehingga mengalahkan objeknya utama.

  • Angle atau Sudut Pandang yang Sering Digunakan

  1. Low Angle Posisi kamera lebih rendah dari objek sehingga biasanya menampakkan kesan mewah.
  2. Eye View - Normal : Pengambilan gambar sejajar dengan objeknya.
  3. Bird's Eye View/Flatlay : Objek berada di bawah dan posisinya "rebahan", sementara pengambilan gambar dilakukan dari atas dalam posisi tegak lurus.
  4. High Angle : Posisi kamera lebih tinggi dari objek.

Do's and Don'ts


Boleh lakukan


Teknik fotografi terakhir dari Mbak Gilang adalah pentingnya memahami apa yang boleh dilakukan dan tidak dilakukan pada pemotretan.

Do's

  • Lap lensa kamera dulu, supaya tidak buram.
  • Pakai bantuan tripod
  • Ambil foto lebih dari sekali, walau akhirnya yang terpakai hanya satu
  • Gunakan garis bantu / grid line
  • Gunakan mode pro/manual
  • Pakai reflector (pemantul cahaya)
  • Pakai diffuser
  • Foto bersama produk
  • Lakukan editing secukupnya. bisa dengan bantuan aplikasi Snapseed, Lightroom, Canva, Picsart di smartphone
  • Cari referensi foto atau ide dari Instagram, Pinterest, Pixabay, dan lain-lain

Don'ts

  • Cropping terlalu banyak
  • Hindari penggunaan flash
  • Jangan di zoom
  • Hindari mode bokeh/ potret di smartphone yang kurang mumpuni (biasanya mode ini ada di smartphone yang kamera belakangnya lebih dari satu)
  • Hindari memakai kamera depan yang kurang mumpuni
  • Jangan sampai mengubah warna asli dari produk (apalagi untuk produk endorse atau berbayar)

Nah Sahabat, sudah dijabarkan semua ya, sederhana sekali bukan? Sekarang Sahabat bisa mulai mempraktekkannya sendiri. Walaupun hanya dengan model kamera ponsel, dengan bekal ilmu yang sudah dikantongi, pastinya nanti alan memberikan hasil yang lebih menarik. Seperti tips dari Mbak Gilang, dengan terus berlatih, kemampuan memotret kita akan semakin terasah. Kalau ada tips lain yang Sahabat ingin bagi terkait teknik mengabadikan objek dengan kamera smartphone, tuliskan di kolom komentar ya.

Sering memotret



Ummi Maryama
Teman mainnya Maryam dan Hisham | Islamic Parenting - Home Education - Healthy Lifestyle Enthusiast | Partner belajar sekaligus pembelajar Al Qur'an

Related Posts

Post a Comment