headerummary

Piknik Asik di Curug Pinang Baturraden

3 comments


Piknik Asik Curug Pinang Baturraden


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Alhamdulillah, sudah masuk akhir pekan nih, Sahabat. Barangkali berwisata di Curug Pinang Baturraden bisa jadi pilihan menarik untuk bertamasya. Dimana tepatnya lokasi dan seperti apa Curug Pinang ini, dan mengapa menjadi arena wajib Sahabat dan keluarga berkunjung, simak bersama dibawah yaa.


Jelajah Baturraden


Dilansir dari wikipedia, Baturraden merupakan dataran tinggi yang berada di sebelah utara Kota Purwokerto, dengan jarak tempuh dari Purwokerto sekitar 15 menit saja. Karena letaknya di lereng gunung, Baturraden memiliki udara khas pegunungan yang sejuk. Selain itu, dengan pemandangan alam yang kaya, pantas bila Baturraden dikenal sebagai salah satu destinasi wisata untuk sejenak melepas kepenatan. Baik bagi pelancong lokal maupun siapa saja yang sengaja berkunjung ke Purwokerto 

Mulai dari wisata alam, rekreasi buatan, wisata kuliner, hotel dan penginapan, arena perkemahan, jajakan penjual aneka tanaman, atau hanya sekedar puas mengelilingi jalanan berliku menikmati hamparan hijauan yang membentang dan udara segar. Tetapi tujuan plesir yang terkenal di Baturraden mayoritas adalah wisata alam nya, seperti hutan lindung, air terjun, dan ladang peternakan milik Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturraden (BPTUHPT).


Baturraden


Cagar alam yang masih asri di Baturraden berupa hutan lindung dengan pepohonan rimbun, dan wisata air terjun. Hutan wisata yang cukup booming di wilayah ini adalah Kebun Raya Baturraden dan Hutan Pinus Limpakuwus. Keduanya menggabungkan panorama alam berupa rerimbunan pohon, aneka tanaman hias, serta arena edukasi dan permainan anak-anak. 

Sedangkan untuk wisata air terjun, Baturraden memiliki cukup banyak pancuran yang terkenal dan dimanapun pancuran selalu ramai pengunjung. Sebut saja pancuran pitu, pancuran telu, curug bayan, curug jenggala, curug penganten, curug moprok, curug belot dan curug pinang.


Curug Pinang Baturraden


Nah Sahabat, kali ini yang akan saya review adalah curug yang disebutkan terakhir, yakni Curug Pinang. Curug ini terletak tak jauh dari Kebun Raya Baturaden dan BBPTUHPT Baturraden. Tempatnya sangat mudah dijangkau, karena berada di pinggir jalan besar. Tidak perlu pemandu, cukup berkendara perlahan dan perhatikan jalanan yang di salah satu sisinya terdapat warung yang berseberangan dengan arena parkiran.

Setelah digiring untuk memparkir kendaraan, saya dan keluarga segera menurunkan barang-barang bawaan kami. Berupa tas berisi baju ganti, bekal makanan ringan, tak ketinggalan dompet dan smartphone untuk menunjang kegiatan piknik hari itu. Petugas parkir pun membantu mengarahkan dan mempersilahkan kami menuju pos retribusi. 


Tiket dan Fasilitas


Dari parkiran kami hanya cukup menyebrang untuk sampai pada pos retribusi. Tiket masuk bagi orang dewasa dan anak-anak sebesar 5000 rupiah per orang, dan biaya parkir roda empat juga ditarik 5000 rupiah. Yang membuat wahana air terjun ini berbeda dengan yang lain, dan cenderung menjadi favorit orang tua, adalah jarak menuju air terjun nya tidak terlalu jauh. Bahkan cenderung sangat dekat, karena dari pinggir jalan besar dan lokasi tiket saja sudah terlihat pancurannya. Menyenangkan sekali bukan? Tidak perlu jauh-jauh berjalan naik turun tanjakan untuk melihat air terjun hingga membuat kaki lelah duluan. Mengingat kami datang dengan mengajak ibu mertua dan putri kami yang berusia 3 tahun dalam piknik kali ini.

Tidak hanya membayar tiket sejumlah anggota keluarga, di loket yang bangungannya menjadi satu dengan warung makan, sekalian kami memesan beberapa hidangan. Walau warungnya kecil, namun sudah cukup menyajikan camilan, makanan penggajal lapar, serta minuman. Panganan berupa tempe mendoan plus sambal kecap, mie instan, nasi putih atau lontong, dan kerupuk sebagai pelengkap. Dan minumannya berupa teh, kopi panas, air mineral, atau minuman kemasan lain pun dapat dipesan terlebih dahulu untuk diantarkan kemudian. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau, mulai dari 3000 rupiah saja.

Dari pos tiket kami lanjut menuruni beberapa anak tangga lalu jalanan berbatu, dan tibalah kami pada hamparan rumput berkerikil yang akan menjadi tempat singgah. Karena tidak membawa alas, pengelola air terjun datang membawakan tikar dengan membayar uang sewa seharga 10.000 rupiah. Tikar yang ditawarkan cukup lebar, sehingga untuk kami yang hanya berempat sangatlah cukup, bahkan setengahnya harus dilipat. Saya dan ibu mertua langsung duduk dan menyelonjorkan kaki, sembari menatap indahnya curug dan hijauan pepohonan, serta suara grojogan air terjun yang begitu nyaring di telinga.

Menikmati indah curug
Menikmati indahnya panorama Curug Pinang


Menikmati Karya Ilahi


Begitu melihat air, sudah dapat dipastikan bagi Maryama, putri kami, tak sabar untuk nyemplung. Melihat anak-anak lain, ia merajuk ingin ikut segera bergabung. Setelah berganti pakaian khusus berenang, kaki kecilnya mulai menapaki sungai yang mengalir di depan kami menggelar tikar. Wajahnya seketika sumringah merasakan semriwing nya air pegunungan, sesekali terkejut karena menginjak kerikil yang lumayan banyak di dasar sungai. Suami yang mendampingi tak kalah heboh saat mencelupkan kakinya ke dalam air. Mereka pun larut dalam permainan ciprat-cipratan air, sambil mencari ikan-ikan kecil yang bersembunyi di sela-sela batuan.


Sejuknya air sungai
Si kecil yang senang bermain air

Air terjun Curug Pinang
Mencari ikan yang bersembunyi di antara kerikil


Tak perlu menunggu lama hidangan yang kami pesan pun datang. Sesaat setelah menyeruput teh panas, saya bergabung dengan anak dan suami turut merasakan sejuknya air yang merendam hingga ke mata kaki. Benar Sahabat, di Curug Pinang ini sungainya sangat landai dan aman terutama untuk bermain anak-anak usia balita. Arusnya pun tenang, tetapi orang tua harus tetap waspada memperhatikan si kecil jangan sampai beranjak terlalu dekat dengan pusat air terjun. Sebab area kolamnya lebih dalam daripada sekitarnya. 

Beberapa pemuda yang berkunjung juga ada yang menguji nyali melompat dari ketinggian ke dalam kolam pancuran tersebut. Air kolam yang membuncah keluar diiringi suara gebyuran keras dan cipratan ke berbagai arah, menjadi hiburan tersendiri bagi pengunjung lain termasuk kami. Tidak cukup sekali, mereka mengulanginya berkali-kali. Anak-anak yang melihat pun tampak takjub dengan atraksi para pemuda tersebut.


Foto air terjun Curug Pinang
Swafoto suami dan ibunda


Perubahan Disana Sini


Terakhir kali kemari, tempat ini masih sangat alami. Saking asrinya, masih banyak batu-batu besar terhampar di sepanjang sungai, dan dedaunan dari pepohonan yang menjulur ke segala arah. Mungkin karena pengunjung semakin bertambah dan untuk menjaga keamanan serta keindahan, maka pihak curug memindahkan batuan tersebut ke pinggiran dan memangkas daun-daun supaya tampak lebih rapi. 

Namun ada perubahan lain di tempat ini yang saya sayangkan sekarang ditiadakan. Dahulu disini terdapat kolam ikan terapi, salah satu kegiatan relaxing yang saya sukai. Ikan garrarufa-nya cukup banyak dan ukurannya termasuk besar. Sehingga ketika mencelupkan kaki sebentar saja kulit kaki sudah teraba halus dan bersih. Manfaat terapi ikan ini tidak hanya dapat menghaluskan kulit ya Sahabat, tetapi juga mampu melancarkan peredaran darah dan syaraf di kaki. Dikarenakan moncong ikan garrarufa menimbulkan sensasi geli di kulit, yang menyebabkan seseorang yang tadinya mood-nya sedang tidak baik, seketika akan langsung tertawa, dan efeknya seluruh badan menjadi lebih rileks.

Ketiadaan kolam itu digantikan dengan pembangunan sejumlah kamar mandi dan toilet. Sebab sebelumnya hanya terdapat satu kamar ganti yang harus antri dan dipakai bergantian. Sepertinya karena alasan itulah akhirnya kolam terapi kini beralih fungsi. Jangan kuatir untuk masalah air, karena air bersih disini melimpah ruah. Setiap kali akan menggunakan fasilitas membersihkan badan dan berganti pakaian ini, akan ditarik jasa kebersihan 2000 rupiah. 


Tafakur dan Tadabbur Alam


Sebagai sarana melepas penat, bertamasya di alam juga dapat mengajarkan anak-anak mengenal Allah melalui ciptaan-Nya yang begitu indah. Dengan bertafakur dan bertadabbur di alam semesta ini, kita mengajak anak-anak untuk memikirkan sekaligus merenungi kebesaran Allah. Serta bersyukur atas teramat besar kasih sayang-Nya pada makhluk, sehingga tidak pantas bila diri ini sering lalai dari mengingat dan melaksanakan perintah-Nya.

Ketika melihat keindahan, jangan lupa ya Sahabat, berdzikirlah sebagai wujud syukur atas nikmat Allah tersebut. Pemandangan terbentang indah, mata sehat dapat melihat keagungan-Nya, raga merasakan sejuknya hawa, dan jiwa menikmati karunia-Nya yang tiada tandingannya. 

"Subhanallah walhamdulillah walaaillahaillallah waallahuakbar"

"Maha suci Allah, Maha terpuji Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha besar"


Tanda kebesaran Allah


Seperti itulah Sahabat, cerita piknik keluarga kami di Curug Pinang Baturraden. Walaupun air terjunnya tidak terlalu tinggi menjulang, namun lokasi ini cukup asik untuk berpiknik terutama bagi Sahabat yang mengajak orang tua atau anak-anak usia dini. Kalau Sahabat, punya tempat rekreasi akhir pekan dimana nih? Ngobrol di kolom komentar yuk.



Referensi


https://id.m.wikipedia.org/wiki/Lokawisata_Baturraden&grqid=HJDlPEiF&hl=id-ID

https://sanjayatour.com/air-terjun-dan-curug-di-banyumas/&grqid=IDbDWBOt&hl=id-ID

https://www.alquran-sunnah.com/video-kajian/1347-tadabbur-alam.html






Ummi Maryama
Teman mainnya Maryam dan Hisham | Islamic Parenting - Home Education - Healthy Lifestyle Enthusiast | Partner belajar sekaligus pembelajar Al Qur'an

Related Posts

3 comments

  1. Cita2ku sejak kuliah pengen ke sini nih mbak, sampe sekarang belum kesampaian :(

    ReplyDelete
  2. Masya Allah, cantik banget tempatnya. Semoga ada kesempatan berkunjung ke sana dengan keluarga :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email