headerummary

Tips Merapikan Mainan bersama Anak

8 comments

Merapikan mainan


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Saat melihat mainan anak berserakan membuat orang tua sering berpikir, merapikan mainan bersama anak apakah dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan? Tentu saja bisa Sahabat, ketika kita paham bagaimana caranya. Berikut beberapa tahapan nih, bagaimana agar rumah selalu terlihat rapi, khususnya dalam membentuk kebiasaan anak agar peduli terhadap mainan-mainan miliknya. 

Mengajak Anak Berbenah


Namanya juga anak-anak yaa Sahabat, pastilah kegemaran utama mereka adalah bermain. Dan mainan merupakan benda wajib mereka untuk dimiliki. Anak-anak dengan sifat kreatif dan penasaran yang tinggi, cenderung cepat bosan dan tak cukup jika hanya memiliki satu mainan saja. 

Sebelum melibatkan ananda dalam kegiatan berbenah, pastikan dulu bahwa orang tuanya telah memiliki pola pikir hidup rapi. Bila belum terbentuk kebiasaan berbenah yang sempurna, paling tidak kita sudah memiliki bayangan rumah ideal. Atau memiliki standar utama bagaimana agar tatanan barang-barang di rumah selalu sedap dipandang, bersih dan aman bagi setiap anggota keluarga.


Rumah ideal
Rumah ideal versi saya, sesuai prinsip Gemar Rapi

Mengajak anak-anak turut serta dalam kegiatan berbenah sudah tentu tidak sama ketika menyampaikannya pada orang dewasa. Akan lebih bagus apabila orang tua dan anak telah memiliki bounding atau kelekatan yang kuat, sehingga untuk mengajak buah hati hidup gemar rapi, lebih mudah dilakukan.

Berikut tips dan trik yang bisa orang tua lakukan, antara lain :

1. Tanamkan mindset


Mengatakan pada anak bahwa rumah harus senantiasa rapi dan bersih tidaklah cukup. Berikan penjelasan yang disertai alasan-alasan logis, menggunakan bahasa yang mudah diterima anak sesuai usianya.

Misalnya, sampaikan bahwa salah satu nama mulia Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah Al Jamiil, yang bermakna Mahaindah, baik dzat, nama-nama, sifat dan perbuatan-Nya. Terdapat sebuah hadist yang bisa juga diajarkan pada anak, yang berbunyi

Allah al jamiil
HR. Musllim no. 91

Maka dengan mengenal sifat indah Allah, diharapkan anak akan terpacu membangun kebiasaan yang disukai Rabb-nya. 

Atau orang tua dapat menyinggung tentang kebersihan yang berhubungan dengan kesehatan. Seperti kamar kotor atau lemari mainan yang berantakan dapat mengundang berbagai serangga datang bahkan binatang pengerat bersarang, contohnya tikus.


2. Mulai dari yang paling mudah 


Berikan tanggung jawab tugas berbenah dari yang paling mudah dikerjakan anak. Sesuaikan pula dengan usia dan kemampuan anak, seperti :

  • meletakkan sepatu yang telah digunakan di rak
  • menggantung jaket dan topi di gantungan
  • mengembalikan mainan atau alat tulis yang telah selesai dipakai ke tempatnya
  • mengelap air yang ia tumpahkan di lantai
  • membuang bungkus makanan ke tempat sampah

3. Tunjukkan berbenah itu menyenangkan


Saat meminta anak-anak melakukan sesuatu yang berhubungan dengan berbenah, katakanlah dengan kata-kata yang halus. Bila perlu perlihatkan ekspresi cerita atau lucu. Dapat pula dengan memberikan label penyemangat seperti Kapten Kebersihan atau Putri Pecinta Kerapian agar ananda terbujuk dan segera bangkit mengerjakan perintah kita.

Tips Merapikan mainan
Berbenah itu Menyenangkan

4. Apresiasi


Sama seperti halnya dengan orang dewasa, anak akan merasa dihargai dan senang saat hasil kerjanya di akui dan diberikan apresiasi. Tidak perlu apresiasi yang berlebihan, cukup sampaikan padanya rasa terima kasih yang tulus karena bangga terhadap pekerjaannya. Serta ucapkan rasa syukur kita dan pujian atas kebaikan anak yang telah membantu menjaga kerapian rumah. 


5. Jangan memaksa, terutama saat anak malas


Karena kita ingin membentuk habbit positif terkait berbenah, sebaiknya orang tua tidak memaksa anak terutama di waktu mereka enggan. Ayah dan Bunda dapat membuat perjanjian bersama kapan ananda akan membereskan mainannya. Ulangi memberikan perintah secara konsisten dan bertahap, supaya mereka tidak merasa bahwa berbenah adalah sebuah beban.


6. Buatkan poster pengingat

Misalnya poster yang dipasang di dekat rak sepatu, meja tulis atau keranjang khusus bola atau boneka. Gunakan ilustrasi gambar jika dirasa dapat memudahkan anak untuk memahami.

Poster berbenah
Contoh poster pengingat kerapian


7. Gunakan dan tempatkan fasilitas yang mudah dijangkau


Pilihlah dan gunakan box mainan yang mudah dibuka tutup oleh anak, dan tempatkan pada area yang mudah dijangkau. Karena bila letaknya diatas lemari tinggi akan menyulitkan bahkan membahayakan. 


8. Latih anak belajar membuat keputusan 


Menyayangi sebuah mainan bukan berarti kita akan menyimpannya secara terus-menerus. Apalagi mainan yang sudah tidak layak digunakan. Ajarkan anak-anak untuk melepaskan benda-benda yang rusak, tidak dapat diperbaiki, serta yang sudah tidak digunakan lagi. 


9. Berilah batasan area

Memberikan batasan arena bermain dapat membuat kekacauan terminimalisir, baik bagi sang anak ataupun orang lain. Contohnya bila anak ingin bermain petak umpet, hindarilah dapur sebab berbahaya. Atau bermain dengan bahan-bahan serbuk atau basah, sebaiknya lakukan di teras saja karena lebih luas dan mudah dibersihkan.

Batasi area main
Main kotor-kotor lebih baik di halaman

10. Berikanlah contoh


Untuk membentuk anak memiliki kebiasaan yang baik dalam hal berbenah, tentu saja orang tua harus memberikan contoh secara langsung. Karena akan lebih mudah anak melihat dan melakukannya daripada hanya mengingat-ingat perkataan kita.


Tips Merapikan Mainan bersama Anak


Bertanya kepada anak apakah ia masih menyukai mainannya tidaklah cukup, sebab ia akan cenderung menyukai semuanya. Maka orang tua harus membuat kriteria lebih spesifik mainan seperti apa yang masih layak simpan, dan yang terpaksa harus masuk ke kotak pensiun (discard). Buat perjanjian dengan anak sebelum memilah, bila menemukan mainan dengan kriteria yang disebutkan, ia harus merelakan mainan tersebut.


Kriteria Memilah Mainan


  • Mainan rusak
  • Mainan duplikasi (sama persis)
  • Mainan yang tidak aman atau beresiko membahayakan
  • Mainan yang tidak sesuai usia, seperti mainan senjata yang diberikan tanpa edukasi orang tua
  • Mainan yang sudah outgrown atau tidak cocok dengan usia anak yang semakin besar) ➡️ Misalnya kuda-kudaan karet untuk anak 5 tahun
  • Mainan yang bersuara bising
  • Mainan yang sudah tidak lengkap bagian-bagiannya ➡️ Contohnya mobil yang bannya hilang
  • Kategori lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan di rumah dan tujuan berbenah yang ingin dicapai

Mainan rusak
Beberapa mainan yang sudah tidak layak


Mengeluarkan Mainan untuk Mulai Dipilah


Sebaiknya saat mengeluarkan mainan lakukan per kategori. Karena bila keseluruhan mainan dilakukan bersamaan, dapat membuat anak bingung dan bisa berakibat gagal melakukan pemilihan. Beberapa contoh kategori, antara lain :

  • Puzzle
  • Mainan 1 set seperti lego, balok, bola
  • Boneka atau robot
  • Mainan dengan tema tertentu, misal : kendaraan, binatang, plastisin
  • Mainan pretend toys atau pura-pura, seperti : dokter-dokteran, salon-salonan, masak-masakan
  • Mainan besar dan ride on, contoh : perosotan, mobil yang bisa dikendarai
  • Dan lainnya disesuaikan dengan jenis mainan yang dimiliki
Memilah mainan
Proses mengeluarkan, memilah dan menyimpan mainan


Tahap Memilah Mainan


  • Pastikan 10 poin tips berbenah di atas sudah diberikan dan dilakukan terlebih dahulu
  • Lakukan penyortiran mainan bersama anak untuk kriteria-kriteria yang telah disepakati sebelumnya
  • Buat pertanyaan seleksi bersama anak, seperti : Apakah anak masih menyukainya? Apakah ia masih mau memainkannya?

Bila dalam tahap memilah ternyata anak masih berat hati melepas satu mainan, padahal tidak sesuai kriteria, dahulukan perasaan anak. Orang tua dapat menyimpannya hingga batas waktu tertentu untuk di diskusikan kembali di kemudian hari.

Namun jika sebaliknya ternyata orang tua yang masih menganggap mainan memenuhi kriteria layak simpan, tapi anak tidak menyukai. Katakan bahwa anda menyimpannya, bila suatu saat ingin pinjam silahkan. Dan apabila sampai batas waktu tertentu, anak tetap tidak menyukainya, Sahabat dapat berbesar hati untuk melepaskannya.


Menata dan Menyimpan Mainan


Dalam menyimpan dan menata mainan tidak ada standar baku. Lakukan sesuai keinginan masing-masing bagaimana agar rumah terlihat rapi, namun tetap mempertimbangkan anak dapat mengakses mainannya dengan mudah. Beberapa tips menyimpan sebagai berikut :

  • Gunakan box transparan untuk menyimpan mainan sesuai kategori, agar anak mudah melihat isi mainan tanpa menghamburkannya.
  • Untuk puzzle atau mainan 1 set, bila memungkinkan dapat tetap menyimpan box aslinya, agar anak secara pasti mengetahui isinya.
  • Untuk mainan berukuran besar seperti boneka atau bola, dapat memanfaatkan keranjang atau diletakkan di lemari terbuka atau transparan.
  • Dapat diberlakukan sistem rolling mainan. Misalnya 1 pekan mengambil 3 kotak mainan, setelah pekan berakhir dapat berganti kotak yang lain.
  • Hindari mencampur mainan berbeda kategori dalam satu keranjang atau kontainer, karena anak akan menumpahkan isinya untuk mencari mainan tertentu.

Lemari mainan
Simpan sesuai style keluarga masing-masing


Membuat Jadwal Berbenah


Bila pola pikir anak sudah terbentuk, maka saatnya membentuk dan mempertahankan kebiasaan baik. Bersama anak, orang tua dapat membuat jadwal berbenah mainan. Misalnya,

  • Aktivitas Harian : mengembalikan mainan segera setelah digunakan, menutup box mainan dengan baik
  • Aktivitas Pekanan : mencuci boneka yang kotor, mengembalikan mainan yang kategori ya tercampur
  • Aktivitas Bulanan : membersihkan lemari mainan, memilah mainan yang sekiranya tidak sesuai kriteria

Lebih kurang seperti ini tips berbenah mainan yang pernah saya pelajari dan praktekkan. Sebenarnya anak-anak tidak membutuhkan terlalu banyak mainan loh, secukupnya saja. Karena berbekal kreativitas dan imajinasi, mereka mampu mengisi waktu bermain dengan hal-hal yang menyenangkan.

Terlebih keberadaan dan kebersamaan orang tua yang hadir secara utuh, akan mencukupi kebutuhan bermain anak. Percayalah, sesungguhnya yang membuat rumah berantakan, adalah jumlah mainan yang terlalu banyak. Jadi, kurangi jumlahnya dulu sebelum menata dan merapikannya. Sudah siapkah Sahabat memulai berbenah berbekal tips merapikan mainan ini bersama anak? Semangat yaa!



Referensi


Materi Kelas Gemari Pratama Komunitas Gemar Rapi

https://wikimuslim.or.id/al-jamiil/
Ummi Maryama
Teman mainnya Maryam dan Hisham | Islamic Parenting - Home Education - Healthy Lifestyle Enthusiast | Partner belajar sekaligus pembelajar Al Qur'an

Related Posts

8 comments

  1. Ya Allah soal berbenah ini masih PR banget, makasih banyak tipsnya ya, sangat bermanfaat. Bismillah coba dikit-dikit.

    ReplyDelete
  2. Mainan oh mainan... Padahal saya jarang beliin anak mainan, tapi tetap aja banyak...

    ReplyDelete
  3. Aku aja masih PR masalah berbenah ini, semoga nanti kalau udah nikah bisa berubah dan mengajarkan kebiasaan baik pada anak

    ReplyDelete
  4. dulu mainan anakku disatuin di satu keranjang besar, sekarang dikategorikan di box-box kecil. alhamdulillah jadi lebih mudah beresinnya dan anakku lebih happy juga kalau dimintain tolong beresin hihi

    ReplyDelete
  5. Asik nih tipsnya.. anakku masih moody, kadang tanpa disuruh dia beresin sendiri.. kadang dia ijin gak bisa beresin mainan

    ReplyDelete
  6. Mainan Kinar masih jadi satu di boks. Ternyata memang harus dipilah-pilah. Makasih tipsnya, Mbak, artikel ini membantu banget.

    ReplyDelete
  7. Dengan begitu lama lama anak bakal merasa bertanggungjawab untuk membereskan mainannya sendiri. Keren banget mbak tipsnya!

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email