headerummary

Waspadai Klaim Produk Skincare sebelum Membeli

15 comments


Waspadai klaim produk skincare


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Sebagai bagian dari usaha perawatan kulit wajah, kita wajib waspadai klaim produk skincare sebelum membeli. Bila flash back ke masa lalu, saya termasuk terlambat mengenal urusan perawatan tubuh, terutama kulit wajah. Saya tidak pernah mengenal produk-produk tersebut secara khusus. Ibu hanya sesekali mengajak membersihkan wajah degnan melakukan facial satu kali dalam sebulan di rumah. Saya yang kala itu berusia remaja, menurut saja saat diberikan serangkaian produk skincare dewasa milik ibu.


Awal Berkenalan dengan Skincare


Sejak SMA hingga bangku perkuliahan, tidak jarang jerawat menghampiri wajah, terutama saat mendekati waktu datang bulan. Tak ayal area pipi kanan kiri seringkali memerah dan meradang, disebabkan bisul jerawat dan sentuhan tangan. Ketika saya mencoba-coba aneka produk sabun muka, bukannya membaik, jerawat terus bermunculan.

Melihat keprihatinan sang adik, kakak saya berinistiatif mengajak saya berkonsultasi dengan dokter kulit di pusat perawatan kecantikan. Dari hasil pemeriksaan, dikatakan bahwa jenis kulit saya cenderung berminyak. Dan jerawat yang saya alami ini disebabkan oleh pemakaian make up, seperti bedak atau foundation yang tidak cocok. Nah benar saja dugaan sang dokter, Sahabat, karena saya sangat miskin informasi mengenai produk kecantikan dan perawatan jenis apapun saat itu. Sehingga saya tidak punya standar brand tertentu untuk digunakan secara rutin.

Awal mula berkunjung ke klinik kecantikan itu lah, saya mulai berkenalan dengan rangkaian produk skincare. Mulai dari sabun wajah, susu pembersih, toner, obat pereda jerawat, serta krim pagi dan malam. Saya mengikuti saran sang dokter untuk konsisten menggunakan produk tersebut dan rutin membersihkan dan merawat wajah disana, paling tidak sebulan sekali. Wajah saya perlahan mulai membaik, tidak ada lagi jerawat yang betah lama-lama nongkrong di pipi, hidung atau dahi.


Pentingnya Merawat Wajah


Saat lulus kuliah, saya tidak lagi rutin menggunakan produk perawatan klinik tersebut, sebab di daerah saya tidak tersedia cabang yang menjual produk secara kontinyu. Hingga menikah, saya kembali sibuk bergonta-ganti produk perawatan wajah. Dan sudah bisa diprediksi, hal demikian menjadi penyebab munculnya kembali jerawat kosmetik. Sampai panggilan taubat datang kedua kalinya. 

Saya mengikuti status teman yang kala itu sedang membahas pentingnya penggunaan skincare. Saya pun sadar diri, saya memiliki kewajiban untuk merawat wajah saya sebagai pemberian Allah. Sebab kulit wajah yang sehat dan bersih dapat menyenangkan suami saat memandang. Juga alasan lain karena usia yang tak muda lagi, dibutuhkan usaha ekstra supaya tidak muncul tanda-tanda penuaan dini. Akhirnya saya mengulik lebih lanjut perihal aneka produk skincare dari berbagai brand, yang jumlahnya merebak di pasaran. 

Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri salihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan menaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” 
(HR. Abu Dawud)

Waspadai Klaim Skincare


Untuk usaha menjual sebuah produk, tak jarang brand mengeluarkan jurus maut berupa janji-janji untuk menarik minat calon customer. Sebagai orang awam, seringkali kita rela langsung membeli produk dari brand tersebut karena diiming-imingi klaim sang produsen. Seperti label organik, natural, cruelty free, vegan, clean beauty skincare, teruji secara dermatologist, dan hypoallergenic. Nah berikut ini saya jabarkan untuk menambah informasi Sahabat semua.

Organik


Secara harafiah organik berarti dibudidayakan tanpa penggunaan bahan kimia sintetik. Klaim ini sebenarnya ditujukan pada bahan mentah atau hasil pertanian. Untuk produk olahan seperti skincare, sebuah produk dapat mengklaim organik apabila mengandung lebih dari 80% bahan terdaftar organik dari 95% penggunaan bahan natural.

Natural


Disebut natural apabila produk tersebut dibuat dari bahan-bahan alam beserta turunannya. Serta usaha mendapatkan bahan tersebut dan proses pembuatannya alami, yakni tidak merusak alam dan tidak menyebabkan bahaya pada kulit penggunanya.

Cruelty Free


Bermakna dalam melakukan uji coba baik bahan maupun produk akhir tidak menggunakan makhluk hidup. Tujuannya adalah untuk melindungi binatang dari eksploitasi.


Klaim Produk Skincare

Vegan


Produk dengan label vegan tidak mengandung bahan-bahan yang berasal dari binatang dan turunannya, seperti madu lebah, wax lebah atau lainnya.

Clean Beauty Skincare


Klaim ini untuk produk yang tidak mengandung racun atau bahan-bahan yang dapat membahayakan kesehatan tubuh, serta bahan-bahan yang cenderung aman untuk bumi.

Teruji secara Dermatologist


Produk ini sudah melalui proses pengujian yang direkomendasikan oleh dokter. Namun tidak dapat dijadikan acuan sederhana, karena kita tidak paham uji seperti apa dan sampel yang bagaimana yang digunakan dalam penelitian tersebut.

Hypoallergenic atau Untuk Kulit Sensitif


Klaim ini kadang menjadi penekanan customer bahwa produk tersebut tidak menimbulkan alergi. Tetapi kita perlu membaca kandungan bahan lebih spesifik lagi Sahabat, karena kita tidak mengetahui secara pasti bahan-bahan apa yang telah teruji.

Bila terdapat satu klaim yang tertulis pada label produk, menandakan produk tersebut bisa saja memuat hal yang tidak terklaim. Misal untuk cap organik, tetapi produsen memanfaatkan binatang pemberat untuk uji coba laboratorium, sehingga produk ini tidak cruelty free. Atau embel-embel natural, namun ternyata usaha budidaya bahan yang digunakan berasal dari pembakaran lahan cagar alam. Sehingga apapun klaim yang menjadi pioneer produk, alangkah lebih bijak bila kita cross check mengenai kandungan dan penelusuran pembuatan produk.


Perkembangan Brand Lokal


Produk skincare dan kecantikan terus mengalami perkembangan setiap saat. Beberapa negara memiliki brand andalan masing-masing, yang bersaing memproduksi berbagai jenis produk perawatan dan kecantikan. Contoh negara dengan merk-merk skincare yang sering kita dengar adalah brand berasal dari Korea, Jepang, Amerika, Prancis, dan termasuk brand lokal Indonesia tentu saja. Produk-produk perawatan lokal sendiri saat ini sudah semakin beragam dengan kualitas yang tak kalah bagus dibanding produksi luar. 

Dirangkum dari kompas.com, berikut ini beberapa keunggulan brand lokal, antara lain:
  • Diformulasikan utnuk kulit orang Indonesia
  • Harga lebih terjangkau
  • Keahlian dan kehalalan terjamin
  • Mendukung industri kecantikan dalam negeri
  • Mudah dan cepat didapat

Salah satu produk lokal terbaik yang mencuri perhatian saya dalam satu tahun terakhir adalah Halwey. Brand yang tergolong baru ini didirikan oleh seorang perempuan hafidzhah 30 juz bernama Fiki Mardhiyyah, yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat. Halwey adalah skincare dengan klaim alami, yang bermakna brand ini menggunakan bahan-bahan natural, yang minim menyebabkan efek samping negatif bagi pemakainya.

Kelebihan produk Halwey dijabarkan lebih lanjut seperti dilansir dari websitenya, antara lain:
  • Halwey adalah produk Non Fragrance, in sya Allah aman untuk kulit sensitif dan alergi
  • Tidak mengandung Minyak Bumi
  • Tidak mengandung Paraben
  • Tidak mengandung penstabil dari turunan Alcohol, sehingga bisa digunakan untuk jangka panjang
  • Tidak membuat ketergantungan pada kulit
  • Berfungsi sebagai Healing Skin, yaitu dapat membuat kulit semakin sehat dengan nutrisi yang lengkap

Rangkaian Produk dan Testimoni


Rangkaian produk halwey
Rangkaian produk halal Halwey


Halwey yang tergolong industri baru, tidak hanya menawarkan produk skincare, namun beauty care hingga skincare tools. Untuk jenis-jenis skincare mulai dari facial wash, facial mist, micellar water, day and night cream, serum, lotion dan beberapa produk lain. Menurut saya rangkaian jenis produknya tidak memiliki terlalu banyak varian, karena pada satu jenis produk, dapat digunakan untuk berbagai tipe jenis kulit dan tujuan.

Saat sedang hamil anak kedua, saya merasa kulit wajah saya cenderung kusam. Saat masih berkutat dengan aneka brand pembersih wajah, saudara saya merekomendasikan produk Halwey, yang kata beliau aman digunakan ibu hamil dan menyusui. Akhirnya saya memulai proses browsing tentang kandungan, khasiat dan kisaran harga produk tersebut. 

Sebelum memilih sendiri dan membeli produk Halwey, seorang seller menanyakan beberapa hal teelebih dulu pada saya. Pertanyaan yang diajukan terkait jenis kulit dan sejarah penggunaan skincare. Seller meminta saya menjelaskan keadaan dan masalah kulit yang saya alami saat ini, sekaligus nama produk apa saja yang pernah dipakai. 

Ternyata wawancara ini adalah standar marketing Halwey pada calon customer. Tujuan seller adalah untuk membuat calon customer lepas dari produk-produk kimia dan bersedia melakukan "istirahat" sebelum beralih ke Halwey. Istirahat disini adalah istilah untuk detoksifikasi atau pengeluaran sisa-sisa bahan kimia pada kulit. Seller menyarankan untuk tidak menggunakan produk perawatan apapun pada wajah selama satu pekan. Termasuk facial wash.

Selanjutnya setelah fase rehat, seller menyarankan menggunakan rangkaian perawatan awal, yaitu paket penetralan. Terdiri dari micellar water guna membersihkan wajah dari sisa-sisa makeup, facial wash untuk mengangkat kotoran dan minyak, facial mist untuk melembabkan, mencerahkan dan menormalkan produksi minyak di wajah, dan aloe vera gel yang memberikan kelembutan kulit dan mencegah penuaan dini. Bila paska pemakaian keempat produk ini dirasa sudah memberikan efek positif, maka bisa lanjut pada paket perawatan yang dibutuhkan atau diinginkan. Sebisa mungkin tidak mencampur penggunaan produk Halwey dengan produk kimiawi.

Saya tidak khawatir dengan kandungan Halwey, karena dijelaskan di setiap kemasan bahwa setiap produknya menggunakan bahan-bahan alami. Produk ini pun bersertifikasi BPOM, yang artinya telah melalui pengujian dan dinyatakan aman. Halwey sangat cocok digunakan wanita yang sedang hamil dan menyusui, karena tidak mengandung zat berbahaya. Syukurlah selama penggunaan produk ini, saya tidak mengalami efek samping yang timbul. Bila dilihat dari segi harga, produk Halwey masih dapat dikatakan terjangkau. Harganya mulai dari 9500 hingga 150.000. Tentu saja jauh lebih murah dibandingkan skincare buatan luar. 


Natural skincare
Memilih Halwey yang berbahan dasar natural


Saya pernah menggunakan beberapa produk Halwey sesuai rekomendasi seller yang merangkap sebagai konsultan. Beberapa produk ada yang langsung menunjukkan perbaikan, sehingga saya merasa cocok untuk melakukan repeat order. Dua produk Halwey yang menjadi andalan saya adalah Facial Mist Witch Hazel dan Aloe Vera Gel.

Seperti klaim yang tertera pada website resmi Halwey, manfaat yang saya rasakan dari Facial Mist Witch Hazel ini memberikan kesegaran dan kekenyalan pada wajah, melembabkan dan mengontrol produksi minyak, serta mengurangi munculnya eksim pada kulit. Saya sudah membuktikannya, di saat cuaca panas atau kulit sedang kering, semprotkan facial mist pada wajah, maka kulit langsung terasa lembab dan segar seketika. Saya semprotkan juga pada eksim di area kulit kepala, otomatis rasa gatal berkurang dan munculnya eksim dapat dihambat. 

Andalan kedua adalah Aloe Vera Gel. Produk ini diklaim mengandung kadar kemurnian lidah buaya sebanyak 98%. Ditambah beberapa kelebihan lain yakni non paraben, non alkohol, non fragrance, non synthetic, sehingga tidak akan menimbulkan alergi bagi yang peka terhadap bahan-bahan tersebut. Teksturnya semi cair dan saat diaplikasikan ke wajah, secara langsung dapat terserap dan menimbulkan sensasi adem. Efeknya, kulit terasa lembab, kenyal dan lembut.

Demikian review saya terkait kita harus bijak dalam memilih produk perawatan wajah. Kenali dan waspadai klaim produk skincare Sahabat sebelum membeli, agar tak tersesat pada produk yang tak sesuai dengan ekspektasi. Hasil pemakaian bisa saja berbeda pada setiap orang. Tergantung dari jenis kulit, usia, konsistensi dan cara penggunaan, juga faktor lain penunjang terciptanya kulit sehat. Seperti meningkatkan konsumsi air putih, perbanyak asupan buah dan sayuran segar, serta olahraga rutin. 


Referensi

https://yaginatural.com/
https://biz.kompas.com/
https://halweyskincare.com/
https://sehatqu.com/
http://asysyariah.com/

Gambar

Instagram Halwey Indonesia
Ummi Maryama
Teman mainnya Maryam dan Hisham | Islamic Parenting - Home Education - Healthy Lifestyle Enthusiast | Partner belajar sekaligus pembelajar Al Qur'an

Related Posts

15 comments

  1. Aku baru tau ada skincare namanya Halwe. Makasih infonya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mba, skincare ini ringan banget boleh dicoba

      Delete
  2. Temenku ada yang jualan halwey nih, baru tau kalo ownernya hafeizah ternyata

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapa tau yang make nanti ketularan jadi hafidzhah ya mba

      Delete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Masyaallah...seneng deh baca blog ini. Lay outnya girly banget dengan warna soft yang memanjakan mata.
    Review skincarenya juga asyik, jadi tertarik. sayang, saya gak telaten pakai begituan. heheheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cara merawat wajah mungkin beda ya bu, yang penting ini untuk wujud syukur dan investasi jangka panjang hehehe

      Delete
  5. aku termasuk orang yang berkali-kali 'jatuh' tergiur klaim skincare. padahal sih, skincare itu kaya nyari jodoh. cocok cocokan wkwk

    ReplyDelete
  6. Salah satu produk yang mengunggulkan lidah buaya yah Mba, jadi penasaran sama produknya.

    ReplyDelete
  7. Aku juga baru tau skincare lokal merek halwey, jadi pengen coba nih

    ReplyDelete
  8. hidup brand lokal >< semoga, info harganya berapa ya bun?

    ReplyDelete
  9. Memang harus hati-hati ya memilih produk untuk muka T.T

    ReplyDelete
  10. Aku baru tahu nih ada skincare bernama Halwey... aku sempat rajin skincarean dan hasilnya memang jadi hobi lihat cermin wkwk. Tapi begitu pandemi mager banget mau skincarean, dan wajah kembali kusam, dan yang lebih parah jerawat dan bruntusan di mana2. Sedih deh.. sekarang sedang berusaha mengembalikan kulit seperti sediakala nih.

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email