headerummary

Belajar Pengasuhan dari Drama 18 Again

2 comments

Review drama 18 again


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ulasan kali ini membahas sudut pandang saya tentang drama 18 Again. Sebuah drama bersambung asal negeri ginseng, Korea Selatan. Barangkali ada Sahabat yang sudah pernah menonton film ini? Sharing sama-sama yuk!


Memilih Drama 18 Again


Bila dibandingkan beberapa tahun lalu, sudah cukup lama saya tidak menonton drama Korea. Kalau ditanya suka, jelas saya sangat menyukainya. Karena rata-rata hampir di seluruh film buatan Korea Selatan ini baik penampilan para pemeran, keindahan tata busana, kisah cinta, kehidupan ekonomi, semua terlihat sempurna. Hingga membuat saya larut untuk segera menyelesaikan menonton di tanpa memperdulikan waktu.

Karena kemampuan mengatur waktu saya masih tidak bagus, saya terpaksa menghentikan kebiasaan menonton ini. Jika sudah sangat ingin kembali menyimak sebuah drama, saya akan memilih yang sekiranya membawa banyak pesan moral. Seperti kali ini, pilihan saya jatuh pada drama 18 Again.


Sinopsis Drama 18 Again


Dilansir dari wikipedia, film ini merupakan saduran dari film asal Amerika berjudul 17 Again (2009) karya Jason Filardi. Drama ini disiarkan di channel Korea Selatan, JTBC, setiap Senin dan Selasa pukul 21.30 (waktu setempat). Dimulai sejak 21 September hingga 10 November 2020, disutradarai oleh Ha Byung-hoon, dengsn total keseluruhan penayangan adalah 16 episode.

Drama 18 Again menceritakan tentang kisah kehidupan pernikahan seorang perempuan bernama Jung da Jung (Kim Ha-neul) dan Hong Dae Yong (Yoon Sang-hyun). Keduanya merupakan teman satu sekolah menengah atas yang saling menyukai. Yang kemudian melakukan kesalahan, sehingga mengakibatkan mereka  harus menikah di usia belia.

Ibu Jung dan Bapak Hong dikaruniai dua anak kembar, dan usia pernikahannya telah memasuki 18 tahun. Karena merasa impian masa mudanya terenggut, dan harus banting tulang membiayai kebutuhan keluarga, keduanya merasa berada pada titik jenuh. Sehingga mereka memutuskan untuk mengakhiri kehidupan berrumah tangga.

Film ini bergenre drama fantasi dan memiliki alur mundur. Bagian imajinasi ditunjukkan pada perubahan Bapak Hong yang telah berusia 37 tahun mendadak berubah menjadi remaja 18 tahun kembali. Bapak Hong muda (Lee Do-hyun) seperti merasa berrenkarnasi dan merasa bahwa perubahan ini merupakan kesempatan baginya memperbaiki kehidupan rumah tangganya.

Adegan drama 18 again
Beberapa adegan dalam drama 18 Again

Pengasuhan Anak


18 Again bertema keluarga, yang merupakan salah satu topik favorit saya. Terutama bagian sub topik yang membahas pengasuhan anak. Saya putuskan untuk mengajak suami turut serta menonton. Sekaligus mengikuti alur persoalan keluarga yang muncul, supaya kami dapat mengambil pelajaran di tiap scene nya. 

Sebenarnya kami belum menonton drama ini hingga habis. Karena kami hanya bisa menonton saat anak-anak sudah tertidur. Namun dari 6 episode awal, saya pribadi sudah cukup takjub dengan alur cerita 18 Again. Emosi penonton sudah diaduk-aduk sejak pertama kali penayangan film. Mulai dari sisi romantis, komedi, action hingga haru.

Dua pelajaran pengasuhan yang dapat saya petik adalah hilangnya figur ayah dalam membesarkan putra putri, dan pendidikan anak yang keras.


Hilangnya Figur Ayah


Hong dan Jung muda melewati masa-masa sulit di awal pernikahan mereka. Akibat dari keteledoran dan mabuk asmara, keduanya terkenal dan terjerumus berbuat maksiat. Hong yang saat itu akan mengikuti turnamen pemilihan pemain basket, harus merelakan mimpinya menjadi pemain basket professional demi menikahi sang kekasih. Begitupun Jung yang bermimpi menjadi pembaca acara berita di televisi, harus memendam cita-citanya untuk membesarkan dua buah hati.

Adegan masa kecil drama 18 again
Adegan saat Hong membesarkan putra putri kembarnya

Keduanya bekerja keras untuk menafkahi keluarga, terutama bagi Hong yang saat itu putus sekolah. Ia tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Selama bertahun-tahun ia bekerja sebagai tukang servis mesin cuci. Sesekali membersihkan tempat tinggal para pelanggan perusahaan tempat ia bekerja. Hong tetap bertahan hingga masa promosinya yang telah lama dinantikan akan tiba. Namun ternyata harapannya bertepuk sebelah tangan. Hong gagal mendapat promosi dan justru mendapatkan hinaan dari atasan.

Lelah dan penat bekerja menyebabkan Hong mengisi hari-harinya dirumah dengan berleha-leha. Menonton televisi, minum-minuman, dan seringkali emosi. Keadaan ini yang membuat Jung lama-kelamaan muak hingga akhirnya menggungat cerai sang suami. Demikian pula yang dirasakan anak-anak. Mereka berpikir bahwa sang ayah hanya terus sibuk bekerja, mengurus diri sendiri dan tidak memperdulikan perasaan anak-anak.


Mendidik dengan Keras


Adegan kekerasan tampak di beberapa scene pada drama ini. Pelaku pertama adalah Ayah dari bapak Hong, yang memukuli Hong muda saat mengetahui anaknya berbuat tak pantas pada teman perempuannya dan bersikukuh meninggalkan rumah.

Diketahui kemudian, bahwa Hong cenderung abai terhadap anak-anaknya karena melihat sifat sang ayah yang tak jauh berbeda. Ditambah kejadian meninggalnya ibunda Hong, dan permasalahan yang ditimbulkan Hong, menyebabkan kondisi Ayah semakin terpuruk dan melampiaskan emosinya pada sang putra.

Pelaku kekerasan kedua adalah Ayah dari Goo Ja Sung, teman sekolah Hong di zaman ini, yang terkenal dengan sikap berandalnya. Ternyata sifat Ja Sung merupakan cerminan dari sang ayah, yang begitu dingin dan kasar pada sang putra.

Didikan Ayah yang keras
Pengasuhan yang keras kerap menimbulkan masalah pada tumbuh kembang anak

Pesan Moral Tersirat


Karena adegan kekeliruan pengasuhan Ayah pada anak cukup kental pada drama ini, saya mendapatkan pesan moral kala menonton adegan demi adegan. Beberapa diantaranya :
  • Ayah seharusnya menjadi pemimpin dalam keluarga
  • Ayah menjadi pendidik utama sekaligus panutan
  • Ayah adalah pelindung dan pengayom

Pada drama 18 Again, kedua tokoh Ayah yang muncul tidak menunjukkan bagaimana seharusnya sikap orang tua terhadap anak. Bapak Hong begitu keras mendidik anak kembar mereka sehingga kedua anaknya tumbuh dalam ketidaknyamanan. 

Terlihat anak-anak Hong yang berbohong dan menyembunyikan banyak hal dari sang ayah. Mereka tidak ingin Ayah turut campur urusan mereka. Begitupun Jae Sung menurunkan watak ayahanda yang kaku dan kasar, sehingga tak segan di sekolah ia merundung teman-temannya.

Sangat jauh bila dibandingkan dengan apa yang Islam tunjukkan dalam kitab suci. Dialog antara Ayah dan anak disebut sebanyak 14 Kali, Sedangkan percakapan ibu dan anak hanya 2 kali. Ini menunjukkan bahwa posisi Ayah dalam mendidik anak adalah sebuah peran penting yang tak tergantikan.

Contohlah Nabi Ibrahim alaihissalam yang begitu sabar mengerjakan perintah Allah. Mengajarkan sang putra, Ismail, mengenal dan menyambah Rabb nya sejak dini hingga bersama-sama keduanya membangun baitullah. Nasihat Lukman juga tertuang untuk mengingatkan anaknya agar tidak mempersekutukan Allah. Pun Nabi Zakaria alaihissalam yang merawat dan memperhatikan Maryam sedari kecil hingga dewasa.

Penyampaian pesan Ayah kepada anak tentu saja tidak mungkin terjadi tanpa ada kelekatan diantara keduanya. Tak perlu ditanya bagaimana kedekatan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam terhadap anak, cucu bahkan keponakannya. Rasulullah menggendong, mencium, bercanda dan mengajak mereka berlomba.



Umar juga pernah berkata : “Seorang Ayah seharusnya menjadi seperti anak-anak (yaitu dalam kelembutan dan keterbukaan) dalam keluarganya.” Beginilah seharusnya sikap seorang ayah bersama anak-anaknya dirumah. Sedangkan, bila bersama khalayak, ia harus menjadi laki-laki (yang tegas). (Ahmad Al-Qhathan, hal. 24).

Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan Hafizhohullah menjelaskan bahwa ayah sebagai penanggung jawab terbesar dalam rumah tangga berkewajiban mendidik keluarga serta putra-putrinya untuk mentaati Allah. Ia berkewajiban menumbuh kembangkan semua anggota kelurganya berdasarkan asas ketaatan kepada Allah. Dan senantiasa untuk mengiringinya dengan doa. Sebab di antara do’a-do’a yang dilantunkan oleh para nabi, adalah do’a khusus untuk kebaikan anak-anak dan keturunananya. (Taujihaat Al-Muhimmah Lisy Syabaabil Ummah, hal. 15-16).


Kelebihan dan Kekurangan Drama 18 Again


Keberadaan adegan-adegan yang menunjukkan kekerasan ini sebenarnya dapat menjadi pengingat setiap orang tua yang menonton. Bahwa tindakan buruk mereka akan berdampak pada tumbuh kembang anak. Yang tersimpan dalam ingatan, menjadi sifat turun-temurun, bahkan dapat dilampiaskan pada hal-hal negatif. Beruntungnya Hong memiliki kesempatan untuk kembali pada masa lalu dan memperbaiki kekacauan di hidupnya.

Sehingga menurut saya pribadi, drama 18 Again ini cocok diperuntukkan bagi para orang tua sebagai l refleksi perbuatan mereka. Tidak hanya pada anak, namun pada pasangan, orang tua, dan orang-orang di sekitar. Sebab bagaimana pun waktu tidak akan pernah kembali, dan kesempatan hidup ini hanya datang sekali. 

Film asal Korea Selatan ini lebih baik bila ditonton oleh remaja dengan pengawasan orang tua. Sebab topik awal yang diangkat adalah kejadian hamil di luar nikah, yang ditakutkan menimbulkan persepsi berbeda bagi anak-anak di bawah umur. Terlebih drama Korea selalu mengandung adegan mesra yang tidak pantas dilakukan bagi non mahram. Untuk itu diperlukan pengawasan ketat orang tua sebagai pendamping. 



Begitulah sedikit cuplikan drama 18 again versi Ummary. Barangkali Sahabat mencari tontonan dengan pesan moral terkait pengasuhan dan rumah tangga, drama 18 Again adalah pilihan tepat. Namun jangan sampai lupa waktu yaa saat menontonnya. Akan lebih baik jika kita juga mempelajari kisah orang zaman dahulu, yang nyata terjadi, untuk mengambil pelajaran-pelajaran penting seputar kehidupan. Kalau Sahabat punya rekomendasi drama favorit apa nih? Ceritakan di kolom komentar yaa..


Rating film : 9/10



Referensi


https://muslim.or.id/1531-tiga-landasan-utama-bag-02.html&grqid=1_CkIOVn&hl=id-ID


https://bimbinganislam.com/peran-ayah-dalam-pendidikan-anak/


https://id.m.wikipedia.org/wiki/18_Again&grqid=25foXYAW&hl=id-ID

https://gensindo.sindonews.com/read/193710/700/5-alasan-kenapa-kamu-harus-nonton-drama-korea-terbaru-18-again-1602490252?showpage=all

https://asianwiki.com/18_Again_(Korean_Drama)




Ummi Maryama
Teman mainnya Maryam dan Hisham | Islamic Parenting - Home Education - Healthy Lifestyle Enthusiast | Partner belajar sekaligus pembelajar Al Qur'an

Related Posts

2 comments

  1. meski drama ini ada anak remaja benar banget harus ada pengawasan dari orang tuan buat nontonnya

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah sudah nonton sampai habis, kebetulan bahas ini juga pas tugas ulas sesuatu yang trending.

    Asli bikin kangen bapak, Allahu yarhamhu

    ReplyDelete

Post a Comment