headerummary

Meneladani Keyakinan dan Tawakkal Ibunda Hajar

15 comments

Keyakinan dan Tawakkal Ibunda Hajar


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Inilah sepenggal kisah keyakinan dan tawakkal Ibunda Hajar yang terjadi jauh berabad-abad tahun lalu. Di saat Kabah belum terbangun, dan kota Mekkah masih berupa sahara.


Kisah Ibunda Hajar


Di siang hari saat teriknya matahari membakar kulit, Ibrahim alaihissalam, Ibunda Hajar, dan sang putra Ismail alaihissalam menunggangi unta menuju padang pasir yang tandus. Ibrahim mengajak istri dan anaknya pergi meninggalkan tempat tinggalnya untuk berhijrah ke negri Mekkah. 

Hajar yang taat hanya mengikuti perintah sang suami tanpa banyak bertanya. Hendak kemana ia akan membawa istri dan ananda, atau membayangkan seperti apa tempat baru dimana mereka akan singgah dan menetap. Sepanjang perjalanan Hajar berusaha menahan diri dan lisannya untuk tidak banyak berbicara. 


Ibrahim meninggalkan hajar
Ibrahim meninggalkan hajar di tengah padang pasir


Hingga mereka tiba di tengah-tengah padang pasir yang gersang dan kering. Ibrahim menurunkan Hajar dan Ismail seraya memberikan perbekalan berupa air dan kurma. Ibrahim kembali menaiki untanya dan bersiap meninggalkan mereka pergi. Hajar yang bingung akhirnya membuka suara, bertanya pada suami tercinta ia hendak pergi kemana. Namun sang suami hanya diam saja. Berulang kali ia mencoba mencari jawaban atas perlakuan Ibrahim pada mereka. Mengapa ia menelantarkan anak dan istri di tengah hamparan pasir luas yang tiada manusia lain tinggal. Bahkan tak ada tanaman dan sumber mata air untuk mencukupi kehidupan.

Ibrahim tetap diam tak berani berkata apa-apa. Hingga Hajar mengubah pertanyaannya. Ia bertanya apakah Allah subhanahu wa ta'ala yang memerintahkan sang suami untuk melakukan ini semua. Seketika Ibrahim mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan istrinya. Hajar tampak lega. Ia menurut untuk ditinggal dan menetap di tempat itu tanpa perdebatan. Ia hanya yakin Allah tidak akan membiarkan mereka terlantar. 

Panasnya dataran pasir membuat Hajar dan Ismail merasa haus dan lapar. Mereka memakan bekal yang ayahanda berikan. Hingga Ismail yang masih dalam susuan terus merasa kehausan, namun perbekalan sudah tak bersisa. Ibunda Hajar melihat ke sekeliling, tidak tampak kehidupan yang sekiranya dapat membantu, karena hanya ada hamparan pasir yang menderu.

Hajar mulai cemas, ia meletakkan Ismail yang terlelap di atas pasir kemudian mulai berjalan ke arah bukit terdekat untuk mencoba mencari bantuan. Ia menaiki bukit Safa sambil berharap, barangkali ada musafir lewat yang bisa dimintakan bantuan. Tetapi yang nampak hanya padang luas tanpa sesiapa yang terlihat. Hajar berlari kecil mendaki bukit Marwah di seberang. Mungkinkah ia mendapati mata air yang bisa digunakan untuk mengisi kendi. Ternyata ia tak melihat apapun juga di atas sana.


Hajar mendaki bukit Safa
Hajar mendaki bukit Safa dan Marwah


Tak berhenti berikhtiar, Hajar kembali ke bukit Safa sambil setengah berlari. Bolak-balik ke Marwah hingga tujuh kali. Peluhnya menetes dan kakinya terasa letih. Sesekali ia melihat Ismail yang masih nyenyak dalam tidur siangnya. Hingga muncul suara yang mengagetkan Hajar. Tanpa takut ia menanggapi suara itu, dan ternyata pemilik suara itu menampakkan dirinya. Ia lah malaikat Jibril yang sedang berdiri di dekat ismail berada. Dengan sayapnya, ia mengorek-ngorek tanah hingga timbullah mata air jernih persis di sebelah Ismail yang sedang tertidur pulas.


Hajar mengumpulkan air
Hajar mengumpulkan air dengan sigap


Dengan sigap Hajar mendatangi mata air itu, menciduknya, dan mengumpulkannya ke dalam kendi. Ia sungguh merasa bersyukur bahwa pertolongan Allah telah datang untuk membantunya, menjawab keyakinan dan tawakkalnya.

Ibnu Abbas berkata, Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda "Semoga Allah merahmati Ibunda Ismail, jika waktu itu ia membiarkan air itu, niscaya air itu tidak akan mengaliri seluruh negeri. Malaikat berkata "Janganlah Engkau takut ditelantarkan, disini akan didirikan rumah Allah yang dibangun oleh anak ini dan bapaknya, Allah tidak akan menelantarkan hamba-Nya"". Sumber mata air yang Hajar gali terus meluapkan air semakin banyak, dan kini kita mengenalnya sebagai sumur zam zam.


Sumur zamzam
Sumur air zamzam



Keyakinan Dan Tawakkal Ibunda Hajar



Sungguh besar kuasa Allah menjadikan Ibunda Nabi Ismail tersebut sebagai contoh menerapkan sikap yakin dan tawakkal. Yakin bahwa Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang beriman dan senantiasa berdoa pada-Nya. Hajar rela sepenuh hati ditinggal suaminya di tengah padang pasir tandus atas keyakinan tinggi pada Rabb-nya. Dan Allah pun berucap sendiri melalui malaikat Jibril, Ia tidak akan menelantarkan hamba-Nya.

Iman yang benar mendatangkan keyakinan yang kuat. Keimanan Hajar begitu luar biasa, tidak perlu diragukan. Ia menjadikan keyakinan tersebut sebagai kekuatan besar untuk tetap bertahan pada situasi yang sangat berat kala itu. Apabila kejadian Hajar terjadi pada diri kita, apakah kita sanggup menerimanya dengan lapang dada?

Kisah Hajar juga mengajarkan kita untuk memiliki sifat tawakkal. Dikatakan oleh Ibnu Rojab Al Hanbali, “Tawakkal adalah bersandarnya hati dengan sebenarnya kepada Allah Ta’ala dalam memperoleh kemashlahatan dan menolak bahaya, baik urusan dunia maupun akhirat secara keseluruhan.” Bahwa dengan menyandarkan diri hanya kepada Allah, Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya. 

“Dan barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan jadikan baginya jalan keluar dan memberi rizqi dari arah yang tiada ia sangka-sangka, dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia itu cukup baginya.”  
(Ath Tholaq: 2-3)


Namun tawakkal harus diiringi dengan ikhtiar, yakni tidak meninggalkan usaha untuk penghidupan. Seperti halnya yang dilakukan Hajar. Ia mendaki bukit dan berlari-lari kecil diatas dataran yang panas sebanyak tujuh kali untuk mencari bantuan. Walaupun pada akhirnya air muncul di sebelah kaki kecil Ismail alaihissalam.

Inilah hasil usaha yang dilakukan atas keyakinan dan tawakkal Ibunda Hajar dalam beriman pada Allah. Serta usahanya mengumpulkan air menjadi permulaan terbentuknya sumur zamzam saat ini. Sumur ini terus-menerus mengeluarkan air hingga memberikan kehidupan bagi banyak orang di sekitar Kabah dan kota Mekkah hingga saat ini. Bila berkesempatan untuk mengunjungi rumah Allah, maka Sahabat akan melihat banyak keran air dan wadah penampungan air zamzam yang dapat digunakan kapanpun. MasyaaAllah. Wallahualam bi shawab.

Kabah dan kran zamzam
Sumur zamzam dengan air melimpah di Baitullah


Referensi


https://www.hisbah.net/kisah-nabi-ibrahim-dengan-kaumnya/

Buku Phropetic Parenting : Cara Nabi Mendidik Anak karya DR. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid

Buku Kisah Para Nabi : Kisah 31 Nabi dari Adam hingga Isa karya Ibnu Katsir

https://m.cnnindonesia.com/teknologi/20200515172112-199-503876/alasan-sumur-air-zamzam-tidak-pernah-kering-hingga-saat-ini

https://youtu.be/tRyAsMrwQYs
Ummi Maryama
Teman mainnya Maryam dan Hisham | Islamic Parenting - Home Education - Healthy Lifestyle Enthusiast | Partner belajar sekaligus pembelajar Al Qur'an

Related Posts

15 comments

  1. Masyaallah....
    Suka banget sama gambar canvanya. It's look natural

    Contoh keteladanan keluarga yang luar biasa dari Nabi Ibrahim as. Sering menjadikan itu sbg modal kajian.

    ReplyDelete
  2. Masya Allaah... Selalu suka sama tulisannya mba nisa... Pround of you mbaa.. desain canvanya baguusss

    ReplyDelete
  3. Seru banget baca tulisan Mba Nisa. Kayak air mengalir..

    ReplyDelete
  4. Kisah ini pula yang selalu kuingat saat terkadang meratapi kenyataan hidup. Wkwkwk

    Desainnya sungguh menginspirasiku. Antimainstream nih.

    ReplyDelete
  5. Desainnya bagus, Mbak, sesuai dengan ceritanya.

    ReplyDelete
  6. Hanya satu alasan bagi seorang wanita untuk mampu mentaati seberat apapun perintah suaminya, yaitu karena ia taat kepada Allah.

    ReplyDelete
  7. Aku kmren pgi nonton kisah Siti Hajar di tayangan salah satu stasiun tv swasta, begitu banyak pelajaran dari beliau yang bisa dijadikan belajaran.

    ReplyDelete
  8. masya Allah mbak, gambar & ceritanya relate banget. gambarnya pun indah, ngga kaya buatan canva yang gratis hehehe

    ReplyDelete
  9. Siti Hajar perempuan hebat. Nggak tau rasanya hati perempuan, yang dipilih untuk jadi istri kedua. Tapi akhirnya diminta pergi juga sama istri pertama karena cemburu.

    ReplyDelete
  10. Kisah teladan sepanjang masa. Nggak ada seberapanya kita ini. Ditinggal suami keluar kota dengan bekal yg cukup aja kadang masih melo bolak balik telpon penuh dengan keluhan.

    ReplyDelete
  11. Salah satu kisah teladan favorit dan gak pernah bosen bacanya.. Salfok sama desainnya yang kece nih..

    ReplyDelete
  12. huhuhu baca cerita ini jadi semakin tertampar-tampar, ingin jadi wanita hebat seperti ibunda Siti Hajar juga, bismillah

    ReplyDelete
  13. Jadi intinya kita mesti yakin dan tawakal ke Allah SWT ya untuk segala hal :)

    ReplyDelete
  14. jadi kayak ngegambar ya desain gambarnya mba, full kartun keren deh canva

    ReplyDelete

Post a Comment