headerummary

Khitan pada Bayi Baru Lahir

Post a Comment
Khitan pada bayi baru lahir

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ketika mendengar cerita khitan pada bayi baru lahir, yang muncul di benak pertama kali biasanya kesan negatif. Entah itu perasaan kasihan atau menakutkan. Dan inilah cerita khitan anak kedua saya, plus pandangan media dan Islam dalam perkara ini. Penasaran? Siimak bersama yuk!

Cerita Khitan Hisham

Sebenarnya sejak saya mengetahui jenis kelamin anak ketika mengandung adalah laki-laki, saya sudah berniat untuk mengkhitankan ia di usia bayi. Jika ditanya alasannya saat itu, saya ingin ananda tidak trauma karena kesakitan yang dirasakan bila khitan menunggu usia balita atau anak.

Pun luka pada bayi akan lebih cepat sembuh sebab regenerasi atau pertumbuhan sel ketika bayi juga lebih baik dibanding pada orang dewasa. Selain itu, karena bayi laki-laki rentan terkena fimosis, atau terjadinya pelekatan antara kulit pembungkus dan gland penis. Maka dengan melakukan khitan lebih dini, diharapkan dapat mencegah terjadinya hal tersebut.

Harapan terpendam saya juga sebenarnya takut duluan bila harus membujuknya saat dia sudah paham. Bismillaah, setelah mengkomunikasikan dengan suami, beliau juga sepakat mewujudkan keinginan saya.

Singkat cerita, kami sudah berniat akan mengkhitan Hisham setelah akikah yakni di usia 7 hari. Namun karena saat itu kondisi kulitnya masih terlihat kuning, orang tua kami menyarankan supaya menunda khitan sampai kulitnya sudah terlihat bersih. Hingga masuk usia sekitar 2 bulan 21 hari, kami membawa Hisham ke klinik dokter yang spesialis melakukan tindakan khitan ini.

Persiapan Khitan

Saya dan suami tidak melakukan persiapan khusus sebelumnya. Hanya menyiapkan sejumlah dana, yang untuk area Banyumas ini, khitan pada bayi baru lahir yang ditangani dokter dibanderol sekitar 1.500.000-1.700.000, sudah termasuk obat yang dibawa pulang. Mungkin saja berbeda kota atau berbeda penanganan, akan berbeda pula tarifnya.

Selain itu, kami terus memberi sounding anak kami sejak jauh-jauh hari sebelum hari H. Menyampaikan padanya bahwa besok ia akan di khitan. Dengan menceritakan proses dan bagaimana rasa yang timbul, saya berharap ia dapat mempersiapkan diri.

Persiapan lain tentu saja hati dan mental kami. Meskipun sudah yakin, namun kadang muncul rasa khawatir, takut begini dan begitu. Tetapi insyaaAllah, dengan terus berdoa hasbunallah wa ni'mal wakil, maka cukuplah Allah sebagai penolong kami.

Prosesi Khitan

Sesampainya di tempat, saya mempercayakan Hisham ditemani oleh suami. Karena saya sudah jelas tidak akan tega mendengar tangisnya. Benar saja, sepanjang prosesi khitan ia menangis tiada henti sekitar 30 menit. Meskipun sudah diberi bius lokal, saya tak kuasa mendengarnya meronta seperti itu. Yang saya mampu hanyalah berdoa supaya Allah senantiasa menjaganya dan melancarkan khitan yang tergolong praktek bedah minor ini.

Selesai dibungkus perban dan memakai popok, Hisham yang masih menangis segera saya peluk dan susui. Air matanya menetes dan nafasnya sesenggukan. Tak kunjung tidur, ia kembali menangis. Setelah digendong dan diayun, barulah kemudian tenang. Alhamdulillah.

Sedikit drama di tengah tindakan, suami saya ternyata sempat lemas hampir pingsan. Pasalnya beliau ternyata trauma dengan proses khitannya dahulu. Suami saya khitan di usia SMP, dan beliau masih mengingat dengan jelas urutan kejadian masa lalunya itu.

Setelah istirahat sebentar dan minum teh hangat, beliau siap mendampingi Hisham kembali. Jadi Sahabat, pastikan ya bahwa pendamping si kecil berkhitan tidak mengalami trauma. Khawatir bila mengganggu jalannya proses khitan anak.
Persiapan Khitan bayi

Perawatan Paska Khitan Bayi Baru Lahir

Dokter memberikan kami tiga jenis obat. Yaitu obat-obat golongan antipiretik sebagai pereda nyeri, antibiotik sebagai pencegah infeksi, dan salep sebagai pengurang radang. Tak ketinggalan kassa steril untuk membalut penis. Dokter mengatakan bahwa kulit penis ananda sudah mulai lengket, sehingga keputusan untuk khitan saat itu adalah sangat baik.

Setibanya di rumah saya meminta suami untuk segera membersihkan kembali luka, seraya mengganti kassa dan popok. Jangan dibayangkan bagaimana bentuknya ya Sahabat, kalau Bunda tidak tega, serahkan pada suami atau siapa saja untuk merawat buah hati tercinta. 

Syukurlah, walaupun malam itu Hisham terbangun menangis beberapa kali karena belum bisa kencing, dengan sigap suami saya menjaganya. Memeriksa luka, membersihkan, dan menggendongnya hingga kembali terlelap.

Kunci perawatan paska khitan adalah rutin dibersihkan. Penting menjaga dan mengabari apakah terjadi perdarahan selama masa kesembuhan. Serta menjaga sirkulasi area selangkangan supaya tetap kering, atau tidak tertutup oleh sel-sel mati atau kotoran. 

Dan saat mulai mengering, pastikan selalu mengecek elastisitas kulit dengan gland penis, yang bertujuan agar gland dapat muncul tanpa tertutup pelekatan. Dapat dilakukan saat mandi agar si kecil tak merasa kesakitan atau kegelian.
Perawatan Paska khitan

Khitan Menurut Medis 

Khitan atau sunat dikenal dengan sirkumsisi pada dunia medis. Merupakan operasi pembuangan kulup atau kulit yang menutupi bagian ujung kepala penis. Dari sisi medis, khitan juga dianggap memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. Beberapa manfaat diantaranya seperti yang sudah sebut diatas, antara lain : 

1. Mencegah masalah penis
Pada beberapa anak, penis yang tidak atau belum disunat kadangkala terjadi fimosis yakni perlekatan antara kulup atau kulit penis dengan kepala penis. Selanjutnya timbul peradangan yang menyebabkan gangguan buang air. 

2. Mengurangi risiko infeksi pada penis
Menurut penelitian yang bersumber dari alodokter.com, bayi yang tidak di khitan memiliki resiko lebih tinggi terkena infeksi saluran kemih dibanding bayi yang telah di khitan. Karena yang sudah di khitan dapat lebih terjaga kebersihannya.

3. Mengurangi resiko kanker penis dan ksnker prostat.
4. Menurunkan risiko terkena penyakit seksual menular

Metode Khitan

Secara garis besar, dari dunia kedokteran, khitan teebagi menjadi dua cara, yaitu dengan memotong kulit prepusium atau kulup penis dan menjepit kulup hingga mati dan terlepas.

1. Memotong kulit prepusium penis. 
Alat yang digunakan untuk memotong ada berbagai macam, tergantung metode apa yang diambil. Untuk metode konvensional menggunkan pisau atau gunting bedah. Sedangkan yang sering disebut sunat laser menggunakan kauter (listrik), yang merupakan alat berdaya listrik dengan ujung pemotong yang memiliki efek mematikan jaringan secara langsung. Sementara metode laser yang sebenarnya, yang dipakai dalam pembedahan, jarang dipakai untuk khitan sebab biaya yang terlalu mahal.

Kelebihan metode memotong kulit ini adalah dapat menentukan seberapa banyak kulit yang dibuang dan bagaimana bentuknya bisa mengikuti bentuk penis setiap anak. Kekurangan dari metode memotong kulit dengan gunting bedah adalah resiko perdarahan. Bila dibandingkan dengan kauter, lebih minim perdarahan namun resiko bengkaknya lebih besar dan lama.

2. Menjepit kulit prepusium hingga mati dan terlepas.
Metode ini menggunakan klem sebagai penjepit kulit prepusium. Yang dibiarkan selama beberapa hari untuk menghentikan aliran darah, kemudian jaringan tersebut akan mati dan terlepas.

Kelebihan metode jepit ini tidak ada perdarahan dan tidak perlu dijahit. Kekurangannyabmeskipun klem memiliki ukuran beragam, namun bila tidak pas dengan ukuran penis dapat menimbulkan efek samping berupa sulit kencing, bengkak, atau terlalu banyak kulit yang hilang.

Menurut Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp U (K). Pediatric urologist, dilansir dari web mommiesdaily.com, metode konvensional dengan gunting dan pisau bedah, masih menjadi standar dan disarankan oleh dunia kedokteran. Alasannya perdarahan dapat dikontrol, baik menggunakan kauter (hanya sebagai penutup luka), lem khusus jaringan, atau penggunaan benang jahitan serap. Metode ini pun yang dilakukan dokter pada putra kami. 

Khitan Menurut Islam

Ada dua pendapat terkait hukum khitan pada laki-laki menurut Islam, yaitu wajib dan sunnah (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, I /98). Berikut dalil yang menunjukkan wajibnya khitan pada laki-laki : 

1. Hal ini adalah ajaran dari Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, kita diperintah untuk mengikutinya. Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ibrahim -Al Kholil- berkhitan setelah mencapai usia 80 tahun, dan beliau berkhitan dengan kampak.” (HR. Bukhari)

2. Nabi memerintahkan laki-laki yang baru masuk Islam dengan bersabda, 

"Hilangkanlah rambut kekafiran yang ada padamu dan berkhitanlah.” (HR. Abu Daud dan Baihaqi, dan dihasankan oleh Al Albani). 

Hal ini menunjukkan bahwa khitan bagi laki-laki hukumnya wajib. 

3. Khitan adalah pembeda antar kaum muslim dan kaum nasrani. 
Saat umat Islam berada di medan perang, mereka akan mengenali orang-orang muslim dari khitan. Karena kaum muslimin, bangsa Arab sebelum Islam, dan Yahudi dikhitan, Sedangkan nasrani tidak demikian. Setelah diketahui manfaat khitan adalah sebagai pembeda, maka perkara ini adalah wajib. 

4. Menghilangkan sesuatu dari tubuh awalnya tidak dibolehkan. 
Baru boleh melakukan sebuah perkara, sampai diketahui bahwa perkara tersebut wajib, dan diperbolehkan tatkala mengetahui hukumnya adalah wajib. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, I /99 dan Asy Syarhul Mumthi’, I/110). 

Waktu Terbaik Khitan

Waktu yang dianjurkan berkhitan adalah hari ketujuh paska kelahiran. Hal ini semakna dengan hadits dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa, 

Hadist khitan

Sedangkan untuk usia maksimal khitan adalah sebelum baligh. Sebagaimana perkataan Ibnul Qoyyim : “Orang tua tidak boleh membiarkan anaknya tanpa dikhitan hingga usia baligh.” (Lihat Tamamul Minnah, 1/69)

Itu tadi sekilas pengalaman tentang khitan pada bayi baru lahir. Mudah-mudahan Sahabat yang berencana mengkhitankan putranya dapat mengambil faedah dari tulisan ini. Wallahualam bi shawab.



Referensi


https://rumaysho.com/144-khitan-dan-hukumnya.html

https://www.alodokter.com/menimbang-manfaat-dan-risiko-sunat-bayi-laki-laki

http://mommiesdaily.com/2015/01/19/rpickhitan-pada-balita-sebelum-dan-sesudah/
Ummi Maryama
Teman mainnya Maryam dan Hisham | Islamic Parenting - Home Education - Healthy Lifestyle Enthusiast | Partner belajar sekaligus pembelajar Al Qur'an

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email