headerummary

Menjadi Blogger Pembelajar

5 comments

Menjadi Blogger Pembelajar


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Menjadi blogger pembelajar adalah salah satu harapan munculnya blog Ummary ini. Bila ingin menjadi penulis, maka tidak cukup hanya pandai menyambungkan kata, namun kepala harus terisi dengan ilmu pengetahuan, dan telinga lebih banyak mendengar pengalaman. Pun kaidah-kaidah Islam tetap wajib ditegakkan, karena citra diri seorang muslim ialah perwujudan akhlaknya.


Menjadi Blogger Pembelajar


Semakin hari saya merasa putra putri saya semakin besar. Terkadang ingin mengeluh betapa sulitnya mencari celah waktu menuangkan isi kepala ke dalam aksara. Saat yang besar asik bermain, si kecil lelap dalam gendongan. Namun ketika sang kakak menyusul tidur, niat memegang banyak hal terpaksa buyar karena adiknya keduluan bangun. 

Meskipun menulis masih menjadi tantangan tersendiri, saya harus memaksakan diri. Saya telah dipilih Allah subhanahu wa ta'ala terlahir menjadi seorang istri dan ibu. Maka kewajiban untuk itu harus saya utamakan dahulu. 

Saya menyadari saya tidak sendiri. Untuk itu saya menuliskan cerita keluarga untuk dibagi. Agar para Bunda, terutama, diluar sana juga merasakan hal yang sama. Bahwa yang kita kerjakan tak sekedar memenuhi tanggung jawab semata. Mulai dari memasak, mencuci, manyapu, mengandung hingga mengasuh anak, ibadah wajib dan sunnah, serta mengatur banyak hal di rumah, adalah upaya kita untuk mengumpulkan banyak pahala.

Kartu nama ummary
Kartu nama Ummary


Saya ingin dikenal sebagai penulis blog yang terus update menyajikan tulisan yang berisi pengalaman dan pengetahuan. Terutama mengenai hal-hal terkait pengasuhan anak secara Islami. Saya berusaha agar tulisan saya tidak hanya berdasarkan pengalaman pribadi saja. Setidaknya tulisan itu dilandasi dasar-dasar yang kuat, dari Al Qur'an dan Al Hadist. Bila memungkinkan pula saya sertakan jurnal-jurnal penelitian yang mendukung tema yang sedang dibahas. 

Saya berharap tulisan saya selalu kaya gizi dan nutrisi. Dengan maksud barangsiapa yang membaca dapat mengambil manfaat yang banyak bahkan hikmah. Saya begitu antusias menuntut ilmu. Dari ilmu agama yang syari hingga pedoman ajar kehidupan dunia. 

Ikat ilmu



Saya tidak ingin mengasuh anak dan mengurus rumah dengan "sederhana". Sebisa mungkin anak-anak saya tumbuh dan berkembang jauh lebih baik daripada Abi Umminya. Tentu saja, cara mendidik mereka butuh ilmu dan upaya yang tak biasa. Setelah mendapatkannya, saya mengamalkan dan membagikan ilmu tersebut agar lebih barokah.

Dan agar ilmu yang diterima tidak menguap begitu saja, saya memilih menuangkannya dalam halaman blog ini. Semoga Allah senantiasa memudahkan saya dalam menyampaikan pesan cinta-Nya. Sehingga kita semua semakin menyadari, yang kita kerjakan selama ini bukanlah rutinitas tanpa henti. Tetapi merupakan bentuk cinta dan usaha, supaya anggota keluarga selamat dari panasnya api neraka.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” 
(Qs. At-Tahrim [66]:6)


Bijak Bermedia Sosial


Seiring perkembangan zaman, semakin memudahkan kita melakukan banyak hal hanya dalam genggaman. Terutama peran media sosial yang dirasa bermanfaat sebagai sarana yang menggambarkan profil dan potensi diri. Dengan ber-medsos, sebagian orang ingin menunjukkan diri ini siapa, ingin dikenal pribadi yang bagaimana, sehingga ditampilkanlah begitu banyak gambar yang memuat aneka cerita kehidupan. 

Saya pribadi, sebenarnya tidak terlalu suka menggunakan media sosial yang saat ini semakin beragam jenisnya. Pada awal kemunculan medsos, saya akui saya masih jahil. Segala macam pose dan curahan hati hampir setiap hari menghiasi halaman-halaman virtual tersebut. Dengan tujuan apa? Tiada lain demi mencari pengakuan publik, bahwa saya eksis. 

Social media


Hingga saya sadari ada yang salah disini, salah bila memanfaatkan media sosial hanya untuk sebuah ke-eksis-an. Pun menampilkan rupa sebagai seorang perempuan dalam Islam tak diperkenankan, sebab khawatir menjadi fitnah atau disalahgunakan. 

Sejak saat itu saya bertaubat, dengan menghapus gambar-gambar yang pernah saya umbar. Saya beralih menjadikan medsos murni sebagai tempat berbagi. Bismillaah, dengan niat yang baru, untuk menggapai ridha Allah dalam setiap tulisanku.

Bagi saya, secukupnya saja bila hendak menunjukkan diri ini siapa dan aktivitas apa saja yang menjadi rutinitas. Tidak perlu panjang lebar berkoar-koar. Ingin dianggap begini begitu hingga mengumbar yang sebenarnya tak perlu. Khawatir niat kita tak selaras dengan pembaca diluar sana.


Membangun Personal Branding sebagai Umat Islam



Personal Branding adalah cara kita memperkenalkan diri dan dikenal oleh orang lain. Orang dapat mengenal kita melalui tiga hal, yakni dari pandangan mata yang melihat, dari telinga yang mendengar, dan dari hati yang merasakan. Yang dapat dilihat orang adalah bagaimana kita bersikap, berperilaku serta berpenampilan. Dengan maksud menunjukkan potensi,  dan menunjukkan nilai-nilai unggul dalam diri.

Untuk seorang muslim, bagaimanapun kita melabeli diri ataupun tulisan blog kita agar tampak berbeda, sepatutnya tetap membawa kaidah umum yang mencerminkan bahwa kita adalah umat Islam. Jika diibaratkan manusia adalah sebuah pohon, maka akarnya adalah akidahnya dan batangnya adalah akhlaknya. Yang terlihat dari luar hanyalah batang, yaitu akhlak yang menjadi cerminan akidah seseorang. Maka Personal Branding dalam islam adalah akhlaknya. 

Suri tauladan

 Aisyah berkata: Akhlak Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Al-Quran” (HR. Muslim no.746)


Manusia terbaik yang menjadi tauladan branding seorang muslim adalah Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Seperti tercantum dalam hadist diatas, kita diperintah mencontoh sikap dan perilaku beliau agar terbentuk akhlakul karimah. 

Orang lain mengenali diri kita secara langsung (offline) atau tidak langsung (online). Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mem-branding diri pada media sosial antara lain dapat terlihat dari cara kita berkomunikasi, apa saja yang kita bagikan, dan aktivitas apa yang kita tunjukkan. Bila yang kita bagikan adalah hal baik, maka hal baik tersebut akan kembali kepada kita.

Lebih baik diam


Sedangkan manfaat yang dapat dirasakan dari Personal Branding yang sesuai tuntunan Allah adalah
  • Diingat sebagai orang yang berakhlakul karimah
  • Lebih mudah dekat dengan orang-orang baik
  • Telah berdakwah secara tidak langsung menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang indah
Demikian harapan saya untuk menjadi blogger pembelajar, agar tulisan saya semakin memiliki ciri khas yang kuat. Serta sedikit cara bijak dalam bersosial media. Tentunya belum sempurna, tetapi semoga sarat manfaat.



Referensi


https://youtu.be/96s2Y3tMGJA

https://muslim.or.id/34522-cara-berjalan-ala-rasulullah.html

https://muslim.or.id/27761-catatlah-ilmu-ketika-di-majelis-ilmu.html

https://muslimah.or.id/5118-bicara-baik-atau-diam.html
Ummi Maryama
Teman mainnya Maryam dan Hisham | Islamic Parenting - Home Education - Healthy Lifestyle Enthusiast | Partner belajar sekaligus pembelajar Al Qur'an

Related Posts

5 comments

  1. Kereen mbaaak... Semangat untuk terus bertumbuh ya mbaaa...

    ReplyDelete
  2. Ummi yang shalihat ini, emang mantap banget. Salamin ya buat duo mungil

    ReplyDelete
  3. Udah brand inimah Umy, ciri khasnya adalah islami banget...
    Suka sekali💐

    ReplyDelete
  4. Bisa dikatakan berhasil nih brandingnya mbak, soalnya kalo aku teringat blog ummary dengan ciri khasnya yang selalu islami

    ReplyDelete
  5. Masya Allah, catet nih bijak bermedia sosial. Selalu menginspirasi untuk berbenah diri.

    ReplyDelete

Post a Comment