headerummary

Menyusun Content Plan Blog

6 comments

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Seberapa penting sih menyusun content plan blog? Jawabannya tentu sangat penting. Seperti halnya rencana kerja sebuah organisasi, perihal pekerjBloglaan, bahkan urusan rumah tangga, planning memudahkan kita mengelola tugas dan tanggung jawab tersebut. Sharing dibawah yuk, seperti apa dan bagaimana menerapkan planning untuk blog itu sendiri.

Menyusun Content Plan Blog

Seringkali kita mendengar pepatah bahwa manusia hanya bisa membuat rencana, dan Allah lah yang kuasa memutuskan. Bila dilihat susunan kalimatnya, kita dianjurkan membuat rencana dahulu baru berpasrah kemudian. Entah ke depannya akan terjadi sesuai atau jauh dari harapan, planning merupakan ikhtiar kita agar hidup lebih terarah dan tertata.

Demikian halnya dalam menyusun rencana konten untuk sebuah blog. Kita perlu membuat rencana supaya blog yang sudah terbina tidak mandeg di tengah jalan. Kita juga akan lebih mudah menuliskan ide-ide yang sebelumnya sudah dipersiapkan. Keinginan menjadi blogger professional pun akan lebih mudah kita gapai. Beberapa pratinjau content plan blog antara lain :


Tujuan yang Hendak Dicapai

Saat awal membuat blog kita pasti sudah punya tujuan tersendiri. Maka dengan membuat perencanaan, hal ini dapat menjadi jembatan kita menjemput tujuan-tujuan tersebut. Katakanlah tujuan kita menjadikan blog sebagai aktivitas menulis jurnal keseharian. Akan terasa bedanya saat kita menulis suka-suka dengan yang lebih tertata.

Beda lagi bila tujuan nge-blog adalah fokus berbagi artikel berfaedah. Content planning membuat tulisan kita lebih terstruktur, sehingga kita memiliki cukup waktu untuk mengumpulkan bahan tulisan dan menyusunnya.

Atau jika blog ini dibuat khusus untuk menjadi sumber pencaharian. Pastinya diperlukan teknik dan strategi agar artikel kita dibaca lebih banyak pengunjung sehingga mendekatkan pemasukan. Disitulah content plan bekerja untuk memudahkan pencatatan tentang tahapan-tahapan apa yang diperlukan dan bagaimana melihat record-nya.


Kategori Tulisan

Untuk yang niche atau tema blog nya spesifik, sudah tentu lebih mudah dalam membuat sub tema artikel. Karena topik setiap tulisan yang diangkat tidak perlu jauh-jauh dari tema utama. Seperti blog Ummary ini, saya memilih spesific niche yaitu Parenting Islami. Meskipun mudah, tetap diperlukan penyusunan konten agar tema-tema yang selanjutnya dibuat tidak keluar jalur.

Bagi yang memilih lifestyle niche alias tema blog nya campur-campur, coach menyarankan agar mengusahakan rutin membuat artikel untuk mengisi label-label yang dibuat. Misal terdiri dari 5 label, travelling, science, teknologi, fashion, dan kuliner. Sebagai blogger niche jenis ini dibutuhkan penyusunan konten yang lebih rinci, sebab setiap label diupayakan memiliki jumlah artikel yang sama rata.

Jadwal Posting

Kalau sudah niat terjun di dunia blog, pastinya konsistensi mem-posting tulisan harus menjadi kunci. Membuat posting-an di waktu-waktu yang terjadwal dapat membuat pembaca setia merasa nyaman dan percaya dengan kemampuan kita. Semisal jadwal tayang setiap hari Senin dan Kamis malam, dan berlangsung demikian untuk seterusnya. Karena artikel yang bagus pasti selalu dinanti kehadirannya ya kan.

Bank Ide

Tidak hanya terjadwal, dengan membuat planning kita akan memiliki stok tema-tema yang diperlukan untuk konten artikel. Tidak perlu bersusah payah mencari ide, kita hanya perlu menjabarkan konsep yang sudah dibuat.


Membuat Outline

Outline disini bermakna penjabaran tema atau ide yang dipilih. Outline dapat diartikan pula sebagai  poin-poin tulisan yang nantinya dijelaskan lebih rinci dalam tulisan. Pada outline kita juga bisa mencatat sumber-sumber dan data apa yang sekiranya dibutuhkan.

Misal judul artikel saya adalah Cara Cepat Menyapih Sehat, maka poin-poin yang akan saya kupas antara lain usia ideal anak disapih, trik seputar penyapihan, apa saja yang diperlukan dan dipersiapkan dalam proses menyapih, dan terkait referensi-referensi apa saja yang diperlukan.


Manfaat Membuat Content Plan


1. Konsisten Posting dan Lebih Teratur

Dengan membuat jadwal postingan, dapat melatih diri untuk konsisten dan lebih teratur. Misal memposting sekali dalam sepekan, atau dua kali sepekan. 

2. Merencanakan Konten yang Seimbang

Khusus untuk yang niche blognya gado-gado, agar jumlah postingan merata pada setiap label, dapat dilakukan dengan membuat perencanaan sejak awal. 

3. Menyediakan Konten yang Ditunggu Pembaca

Seiring planning dan rutin menulis, kita dapat mengenali siapa saja yang membaca tulisan kita dan mengetahui konten artikel apa yang sekiranya disukai dan ditunggu pembaca. 

4. Tandai Hari-hari Spesial

Bagi umat muslim, kita dapat menandai kalender dan membuat tulisan bertemakan hari-hari khusus. Seperti tahun baru Hijriyah, peristiwa di bulan Muharram, atau datangnya bulan suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri.



5. Memilih Ide Terbaik

Karena satu dan lain hal, kita dapat melakukan bongkar pasang tema sesuai keperluan. Misal seharusnya sudah tertata 15 tema dalam sebulan, namun jika dirasa ada tema yang lebih penting dibahas, kita bisa menggeser-geser mana ide terbaik yang muncul terlebih dahulu.

6. Tidak Ada Alasan Buntu Ide

Dengan planning konten blog, kita tidak akan mengalami kebuntuan ide. Namun bila sudah terjadwal tetapi gagal posting, mungkin penyebabnya ada di menejemen waktu yang kurang baik atau tidak bisa mengatasi rasa malas.

7. Mencari Postingan Lebih Cepat

Record postingan yang tercatat dalam content plan juga memudahkan kita untuk menemukan artikel-artikel lama yang sedang dicari, untuk keperluan diperbaiki misalnya.

8. Menghemat Waktu

Dengan stok tema yang cukup banyak, Sahabat tidak perlu khawatir dengan waktu yang terbuang untuk berpikir. Cukup siapkan outline dan jabarkan tulisan. Dengan begini kita bisa menghemat waktu.


Pembuatan Content Plan

Manual

Cara ini cocok bagi Sahabat yang senang mencatat dengan menulis tangan pada lembaran buku atau notes. Apalagi yang kreatif, dapat membubuhkan tinta berwarna pada content plan nya supaya terlihat lebih menarik.

Digital

Bagi yang lebih nyaman mencatat tanpa pena dan kertas, cara digital dapat menjadi pilihan. Kita dapat memanfaatkan aplikasi planner pada android. Kita juga bisa membuat desain sendiri menggunakan pada aplikasi canva atau excel bila ingin lebih detail dan rapi. Misalnya mencantumkan tanggal, niche, label, kategori, keyword, judul, referensi, status (sudah terbit atau belum), link post (diisi link post yang sudah diterbitkan), dan lain-lain sesuai kebutuhan.

Printable

Berikutnya ini cara gabungan antara manual dan digital. Banyak desain content plan blog yang bisa di unduh dan di print untuk kemudian di isi dengan menulis tangan. Yang membedakan adalah desain template nya, yang lebih menarik dibandingkan menulis kosongan pada buku tulis biasa


Jenis Content Plan

Yearly

Yang tertulis di bagian planning tahunan adalah tujuan umum yang ingin kita raih terkait blogging. Seperti meningkatkan traffic, ,, atau nominal rupiah bagi yang menjadikan blog sebagai sumber penghidupan. Jangan lupa sematkan agenda yang harus dilakukan, semisal jadwal posting, update postingan lama, memperbaiki struktur blog, atau mengikuti kelas tingkatan blogger.

Monthly

Breakdown rencana tahunan ke dalam sub bab bulanan. Seperti merencakan jumlah artikel setiap bukannya, jadwal postingan dalam sebulan, atau hari-hari khusus dalam bulan tersebut.

Weekly

Breakdown rencana bulanan menjadi pekanan. Tetapkan jadwal postingan pada hari pasti, sekaligus catat kategori dan tema yang dipilih. Tuliskan pula hal-hal apa yang sekiranya diperlukan dalam membuat artikel, seperti referensi, infografis, atau wawancara narasumber. Termasuk bila hendak mengikuti lomba, buatlah highlight pada catatan pekan tersebut.

Daily

Sebagai tahap terakhir agenda dari pembuatan content plan, Sahabat dapat membuat outline tema harian. Dengan menetapkan outline, kita akan lebih mudah melebarkan pembahasan tema tersebut saat menulis. Di dalam outline, bisa berisi hal-hal berikut : tema, kategori, judul, tanggal tayang, keyword, latar belakang pembuatan artikel, tujuan dan manfaat, narasumber atau konten tambahan, kesimpulan, dan referensi.




Begitulah Sahabat, penjabaran mengenai pentingnya menyusun content plan blog. Walaupun bila akhirnya ada postingan yang tak sesuai harapan, paling tidak kita sudah berikhtiar dengan membuat perencanaan yang matang. Semoga tulisan saya kali ini membantu dan bermanfaat yaa.



Referensi


Materi Blogspedia Coaching


https://asysyariah.com/manusia-berharap-allah-yang-menentukan/
Ummi Maryama
Teman mainnya Maryam dan Hisham | Islamic Parenting - Home Education - Healthy Lifestyle Enthusiast | Partner belajar sekaligus pembelajar Al Qur'an

Related Posts

6 comments

  1. Betul, betul, betul, kita berencana tapi Tuhan yang nentuin alias tergantung sikon, tema apa yang mau ditulis. Penting, mah, kita udah bikin content plannya.

    ReplyDelete
  2. Makin rapi tulisan Umy ini🤗
    Aku penasaran nih sama planning2 blog umy kedepannya kyak gimana hehe.
    Apapun planningnya, semoga terealisasi ya umy

    ReplyDelete
  3. Tulisannya lengkap kap kap sekali mbak!

    ReplyDelete
  4. Sepakat sama kalimat rencana adalah bagian dari ikhtiar. Semoga semakin konsisten dan memberikan banyak kemanfaatan. amin..

    ReplyDelete
  5. Semangat buat blog plan tahun depan kak, semoga dimudahkan dan dilancarkan

    ReplyDelete

Post a Comment