headerummary

Penanganan Tantrum Balita

Post a Comment
Penanganan Tantrum Balita

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Mempelajari penanganan tantrum balita kadangkala sering diabaikan orang tua. Padahal kita bisa mengenali emosi sang anak agar tak bertindak diluar batas. Sehingga sebagai orang tua, kita dapat mengambil sikap bagaimana menghadapi si kecil yang sedang membutuhkan banyak perhatian.

Pengertian Tantrum

Tantrum atau temper tantrum adalah bentuk emosional anak yang diungkapkan dengan perilaku marah secara berlebihan, atau sering dikenal dengan mengamuk. Anak yang mengalami temper tantrum biasanya terjadi pada usia balita (rentang 2 hingga 5 tahun), dan pemicunya adalah keinginan akan suatu hal yang tidak terpenuhi.

Kondisi tantrum wajar terjadi pada usia pertumbuhan anak, karena anak sedang menunjukkan ekspresi nya bahwa ia sedang kesal.

Dampak buruk tantrum dapat mengenai sang anak sendiri, seperti sulit bernafas akibat terisak-isak, hingga yang terparah menyakiti diri sendiri seperti memukulkan kepala atau anggota badan lain ke tembok atau lantai. Efek buruk juga dirasakan orang tua, karena perilaku agresif anak kadangkala memicu emosi ayah bunda sehingga tak ayal menyebabkan orang tua yang tak sabar membentuk bahkan memberi hukuman fisik.

Quote tantrum


Penyebab Tantrum

Tantrum menunjukkan fase perkembangan emosi pada anak, dan biasanya disebabkan oleh adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi. Diungkapkan oleh Abraham Maslow, seorang ahli psikologi, bahwa manusia membutuhkan kebutuhan dasar yang terdiri dari lima jenis kebutuhan dasar. 

Kebutuhan dasar tersebut antara lain :

1. Kebutuhan pertama ➡️ kebutuhan fisiologis atau biologis, merupakan kebutuhan paling dasar. Meliputi kebutuhan fisik seperti rasa lapar, haus, nyeri, pakaian dan tempat tinggal.

2. Kebutuhan kedua ➡️ kebutuhan rasa aman. Meliputi kesepakatan, kestabilan, perlindungan, dan kenyamanan.

3. Kebutuhan ketiga ➡️ kebutuhan kasih sayang, rasa memiliki, perhatian yang hangat dan cinta. Seperti keberadaan keluarga, saudara, teman, pasangan dan lingkungan.

4. Kebutuhan keempat ➡️ kebutuhan dihargai, mendapatkan rasa hormat dari orang lain.

5. Kebutuhan kelima ➡️ kebutuhan aktualisasi diri. Seseorang dapat leluasa mengembangkan diri dan melakukan hal-hal yang dikuasai bila kebutuhan pertama hingga keempat telah terpenuhi.

Kelima hal tadi apabila salah satu atau lebih tidak dimiliki anak, dapat menjadi pemicu utama tantrum. Misalnya meskipun memiliki keluarga yang begitu perhatian namun keadaan perut si kecil lapar atau ada rasa nyeri yang dirasakan, maka ia bisa saja mengamuk.

Contoh lain ketika kebutuhan fisiknya sangat tercukupi, tetapi kedua orang tuanya tidak punya waktu bermain bahkan mendengar cerita keseharian anak. Hal demikian juga dapat meledakkan emosi anak saat ia berada pada keadaan yang tidak sesuai hatinya.

Menurut National Association of School Psychologists, dilansir dari web hallosehat.com, tantrum yang terjadi pada anak cenderung terjadi saat ia menghadapi perubahan aktivitas harian dari yang biasa dilakukan.

Misalnya waktu sore hari adalah waktunya bermain, namun kita mengajaknya berkunjung ke suatu tempat baru baginya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Lingkungan dan orang-orang yang masih asing, ditambah ia tidak bisa meluapkan hasrat bermain, keadaan ini juga dapat menjadi pemicu tantrum anak.


Jenis Perilaku Tantrum


Perilaku tantrum dibagi dua jenis sesuai gejalanya, yaitu :

Tantrum Manipulasi

Merupakan jenis tantrum yang dilakukan anak untuk memanipulasi agar mendapatkan apa yang diinginkan. Apabila tantrum jenis ini dituruti, maka anak-anak dapat menjadikan amukan sebagai senjata untuk memperoleh apa yang diinginkan. Contohnya saat menginginkan mainan atau sebuah barang.

Tantrum Frustasi

Ialah kondisi tantrum yang dikarenakan anak mengalami kekecewaan namun tidak mampu mengungkapkan. Mereka cenderung sulit mengungkapkan kebutuhan apa yang sebenarnya diharapkan karena kemampuan berbahasanya belum berkembang sempurna. Contohnya saat merasa lelah, mengantuk, atau lapar.

Ekspresi Tantrum
Ekspresi Tantrum


Penanganan Tantrum Balita

Beberapa penanganan berikut dapat Sahabat lakukan ketika menghadapi putra-putri yang sedang tantrum.

1. Berusaha tenang : tarik nafas dalam-dalam dan tenangkan diri dahulu. Bila anak menangis di tempat umum, giringlah ia ke tempat yang lebih sepi, supaya anak tetap aman, dan saat memberontak tidak menimbulkan kekacauan.

2. Identifikasi jenis tantrum : bertanyalah atau katakan sesuatu untuk mencari tahu, akan lebih mudah memberi pertanyaan dengan jawaban Ya atau Tidak. seperti "Adik tidak suka dipaksa ya?" atau "Kakak marah sewaktu tadi ibu minta begini?".

3. Buat anak mengatakan keinginannya : bantulah ananda mengutarakan apa yang diinginkan atau sedang dirasakan. Bila perlu sampaikan pula alasan kita memintanya melakukan sesuatu atau melarangnya. Seperti "Adik tidak suka ya ibu beli makanan ini? Tapi kalau makan ini bisa bikin otot dan tulang kita kuat lho Dik, jadi lompatnya bisa lebih tinggi".

4. Beri alternatif : berikan penawaran sebagai alternatif untuk sesuatu yang diinginkan. Misalnya es krim dengan susu, atau mainan dengan buku aktivitas.

5. Beri pelukan hangat : cara ini sangat ampuh dilakukan ketika emosi anak berlangsung terus-menerus, terutama bagi yang jenis tantrumnya bukan yang agresif.

Apabila tantrum sudah mereda, usahakan orang tua tetap konsisten tidak mengajukan keinginan sang anak. Sampaikan penjelasan lebih lanjut terkait perilakunya tadi, misalnya berteriak membuat leher menjadi sakit, atau bahaya mengamuk nanti kepala bisa terbentur.

Serta ulangi kembali alasan kita tidak mengabulkan permintaannya. Bagi yang beragama muslim, orang tua dapat mengajak anak sama-sama mengucapkan kalimat istiadhah atau taawudh.

Orang tua sebaiknya terus melatih kesabaran agar tidak membalas anak tantrum dengan kata-kata bernada tinggi, seperti membentak, menyumpahi atau menghukum. Untuk memperbaiki tantrum, justru kasih sayang dan cinta lah yang diperlukan anak. Dengan begitu anak dapat melihat sikap orang tua dan belajar menahan diri. Selain itu, agar pesan yang ingin disampaikan oleh orang tua dapat tertanam ketika emosi anak sudah mereda.

Demikian sharing saya kali ini, semoga dapat Sahabat terapkan di rumah. Saya pribadi masih menjadikan penanganan tantrum balita sebagai bahan ajar melatih emosi diri sendiri setiap saat. Bersabarlah wahai Ayah Bunda,  tantrum tidak berlangsung selamanya. Semakin bertambah usia anak, kemampuan berbahasa dan sosio emosialnya akan semakin meningkat pula.

Hadist kesabaran



Referensi


https://www.google.com/amp/s/hellosehat.com/parenting/anak-1-sampai-5-tahun/tantrum-pada-anak/%3famp

Jurnal Nenden Ineu Herawati berjudul Menghadapi Anak Usia Dini yang Temper Tantrum 

https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-2-jenis-tantrum-pada-anak

https://www.themovingmama.com/toddler-tantrums/

https://muslimah.or.id/6640-buah-manis-kesabaran-dalam-mendidik-anak.html
Ummi Maryama
Teman mainnya Maryam dan Hisham | Islamic Parenting - Home Education - Healthy Lifestyle Enthusiast | Partner belajar sekaligus pembelajar Al Qur'an

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email