headerummary

Waspada Konsumsi Makanan Manis Berlebihan Ancam Kesehatan Anak

Post a Comment
konsumsi makanan manis berlebihan
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Sebagai orang tua, kita wajib waspada konsumsi makanan manis berlebihan ancam kesehatan anak. Karena tak jarang kita membuatkan atau memberikan mereka kue, permen, es krim, atau cokelat untuk menyenangkan hati. Namun tahukah Sahabat, bahwa terlalu sering mengkonsumsi makanan mengandung gula memiliki dampak yang buruk pada kesehatan anak? Simak paparan saya berikut ya


Kebutuhan Gula Sehari

 
Dari American Heart Association atau AHA, merekomendasikan kebutuhan gula dalam sehari bagi anak usia 2 hingga 18 tahun adalah kurang dari 25 gram, atau setara 6 sendok teh. Dan dibawah dua tahun justru belum disarankan sama sekali mengkonsumsi gula.

Tentu ini bukan hal yang mudah untuk melarang anak memakan makanan manis. Terutama bila ia melihat orang-orang di sekitarnya yang mengkonsumsi panganan atau aneka minuman berkadar gula tinggi. Atau saat berada di supermarket, melihat banyaknya produk camilan anak yang menarik. Belum lagi kebiasaan orang tua atau eyang yang memberikan jajanan manis sebagai hadiah atau sogokan supaya tidak menangis.


Mengenal Gula

Gula merupakan salah satu jenis karbohidrat untuk menambah rasa manis pada makanan dan minuman. Jenis-jenis gula yang beredar di pasaran antara lain gula pasir atau gula putih, gula merah, gula aren, gula batu, gula cair, gula singkong, sirup jagung, dan lainnya.

Gula yang baik dikonsumsi adalah yang alami terkandung pada bahan pangan, seperti buah-buahan. Karena kandungan protein dan serat lain dalam asupan tersebut mampu membantu memperlambat kerja gula di dalam tubuh, sehingga pemecahan gula menjadi energi dapat berlangsung lebih lama.


Dampak Konsumsi Makanan Manis Berlebihan 

Tidak Suka Makanan Sehat

Terlalu banyak mengkonsumsi gula menyebabkan anak merasa cepat kenyang. Sehingga ia akan enggan memakan makanan lain yang lebih sehat. Selain itu jajanan yang tinggi gula memiliki nilai kalori yang tinggi pula namun minim nutrisi. 

Kecanduan Gula

Rasa manis yang muncul karena terlalu sering mengkonsumsi gula dapat membuat anak ketagihan. Pada proses metabolisme, gula melepaskan hormon endorfin, dan berkombinasi dengan zat lain dapat membuat tubuh terasa berenergi. Hal ini yang direspon otak bahwa makan makanan atau minuman manis dapat menghilangkan bosan atau gelisah. Padahal jika sudah terbentuk menjadi kebiasaan, akan susah dihentikan, dan resiko yang ditimbulkan dapat semakin besar.

Obesitas pada Anak

Saat ini angka penderita kelebihan berat berat dan obesitas anak-anak dan remaja semakin meningkat di berbagai negara. Tidak hanya menimbulkan sejumlah penyakit, obesitas membuat anak cepat stress dan menjadi rendah diri karena bullying lingkungannya. Walaupun penyebab obesitas pada anak dapat dipengaruhi faktor keturunan, hal ini tidak mutlak bila dalam keseharian sang anak kurang bergerak dan pola makannya tidak sehat.

Beberapa resiko penyakit yang menyertai obesitas antara lain kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, gangguan kesehatan tulang, penyakit kulit dan jantung. Untuk mengetahui apakah ananda termasuk obesitas atau tidak, orang tua dapat membantu dengan melakukan body mass index atau indeks massa tubuh.

obesitas pada anak

Gangguan Kesehatan Jantung

Dari beberapa bukti menunjukkan bahwa pola makan dengan tinggi gula dapat memicu peradangan, serta lemak darah, gula darah, dan tekanan darah yang meningkat, sehingga rentan terkena serangan jantung.

Diabetes Tipe 2

Diabetes yang mengenai usia anak dan remaja disebut diabetes tipe 1. Diabetes tipe ini dikarenakan adanya gangguan pankreas yang kehilangan kemampuan menghasilkan insulin. Tanpa insulin, gula dalam darah tidak dapat terpecah sempurna. Namun di zaman sekarang, anak-anak juga bisa terkena diabetes tipe 2, seperti pada orang dewasa. Penyebabnya adalah kelebihan berat badan dan obesitas.

Gula Bisa Merusak Gigi

Kerusakan pada gigi atau dikenal dengan karies, disebabkan kondisi asam dalam mulut yang dihasilkan dari interaksi bakteri dengan gula. Ketika kondisi asam ini menempel pada enamel (lapisan gigi) dan dentin (jaringan), dapat menyebabkan gigi keropos dan berkurang. Jika tidak dirawat, lubang pada gigi akan muncul abses hingga berbenah, sehingga mau tidak mau harus dicabut.
gigi karies

Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)

Dari sebuah jurnal yang saya kutip, dicantumkan bahwa dari 165 anak berusia sekolah dasar, 22 anak sering mengkonsumsi makanan manis. Sebanyak 17 siswa di antaranya memiliki GPPH dan 5 anak tidak mengalami GPPH, sedangkan responden yang tidak sering mengonsumsi makanan manis sebanyak 143 orang; 18 anak dengan GPPH dan 143 anak tidak mengalami GPPH. 

Dari hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara konsumsi makanan manis sebagai faktor risiko terjadinya gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas.

Mitos Sugar Rush Effect

Pernah kah mendengar bahwa saat lelah maka dengan minum minuman atau makan makanan manis, dapat meningkatkan energi dan kembali bersemangat? Pernyataan ini dikenal dengan Sugar Rush Effect, dan ini adalah mitos. Tak sedikit orang percaya bahwa makanan manis dapat meningkatkan suasana hati. Namun hasil penelitian yang menjadi rujukan hellosehat.com, mengatakan kebalikannya. 

Dari 31 kasus dan 1.259 partisipan yang dianalisa terkait konsumsi karbohidrat dan pengaruh suasana hati. Ternyata menunjukkan hasil berlawanan dari efek “sugar rush” yang selama ini dipercaya.

Peneliti mengungkapkan, justru konsumsi karbohidrat terkait erat dengan peningkatan kelelahan dan penurunan kesadaran dalam satu jam pertama.

Begitulah sedikit informasi yang bisa saya bagi. Salah satu cara terbaik untuk mengurangi asupan makanan dan berkadar gula tinggi pada anak adalah dengan mengajarkan pola hidup sehat. Seperti mengganti camilan olahan kaya gula dengan buah-buahan. Mari waspada konsumsi makanan manis berlebihan, karena dapat mengancam kesehatan anak. 



Referensi


https://www.google.com/amp/s/hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/sugar-rush-fakta-atau-mitos-belaka/%3famp

https://www.ibupedia.com/artikel/kesehatan/6-bahaya-gula-untuk-anak

https://m.kumparan.com/amp/kumparannews/segawat-apa-angka-obesitas-pada-anak-indonesia
Ummi Maryama
Teman mainnya Maryam dan Hisham | Islamic Parenting - Home Education - Healthy Lifestyle Enthusiast | Partner belajar sekaligus pembelajar Al Qur'an

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email