headerummary

Mengenal Enzim, Kinerja Usus, Xenoestrogen dan Leaky Gut Syndrome

1 comment
Mengenal enzim, kinerja usus, xenoestrogen dan leaky gut syndrome
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Pernahkah Sahabat mendengar istilah leaky gut syndrome? Dan apakah Sahabat yakin nih kalau selama ini tubuh kita benar-benar sehat, ataukah ternyata belum sakit? Sebelum membahas lebih lanjut, kita pahami dulu yuk perbedaan antara tubuh yang sehat dan tubuh yang belum sakit.

Tubuh dikatakan sehat, bila seluruh organ dan kinerja sistemnya balance atau homeostasis. Dimana kadar pH berada pada angka 7,35-7,45, cukup enzim, serta gen yang dimiliki sehat, sehingga seluruh sistem metabolisme bekerja optimal.

Sedangkan tubuh yang belum sakit, adalah keadaan tubuh dengan pH cenderung asam, basa, atau tidak homeostasis. Ditambah pola hidup yang tidak baik seperti stress, kurang tidur, dan faktor makanan, dapat menjadi pemicu timbulnya gejala yang lebih besar. Sebenarnya tubuh sudah sering memberi alarm sebagai tanda bahaya, namun mungkin kita mengabaikannya.

Selain itu, enzim pada saluran cerna yang jumlahnya terlalu sedikit atau habis, menyebabkan tidak terjadinya proses detoksifikasi, atau proses pemilahan zat-zat yang tidak berguna dalam tubuh. Saat kemasukan zat-zat additif, enzim tidak mencukupi untuk memulai detoks, maka timbullah sakit. 

Ada tiga komponen penting dalam tubuh yang menyokong penyerapan nutrisi, mereka adalah enzim, gen, dan bakteri usus. Enzim dikenal sebagai katalisator yang berfungsi mempercepat proses metabolisme. Proses detoksifikasi adalah proses metabolisme yang paling banyak menguras enzim. 
Tiga komponen Penting saluran cerna

Saat kita harus cheating, kita dapat memastikan terlebih dahulu apakah stok enzim dalam tubuh full. Karena dengan begitu, zat-zat toksin dapat langsung ternetralisir. Jadi bila memang makanan minuman yang tersedia di depan kita tidak bisa dihindari, lebih baik tingkatkan dahulu pasokan enzim, baik sebelum dan sesudah cheating.

Kunci mengubah hidup ke pola makan yang lebih sehat adalah menjalaninya dengan mindfulness ➡️ tenang, fokus, ikhlas, bahagia. Karena stress dapat menimbulkan pengaruh pada kesehatan.


Enzim dan Usus sebagai Salah Satu Otak Manusia


Tubuh sehat adalah tubuh yang berisi sel-sel sehat. Artinya sel-sel tersebut dapat menyuplai enzim, gizi, menghasilkan energi, dan mengeluarkan sisa metabolisme dengan baik.

Enzim digunakan sebagai katalisator untuk mempercepat reaksi metabolisme, maka aliran dalam tubuh pun harus selalu lancar. Baik itu aliran darah maupun kelenjar getah bening, supaya proses pembuangan nantinya dapat berjalan lancar pula. 
Jenis enzim
Seperti yang disebutkan di atas, tiga komponen penting dalam tubuh yang menyokong penyerapan nutrisi yaitu enzim, gen, dan bakteri usus. Makanan dan bakteri diolah di dalam usus dan mengeluarkan enzim. Bakteri dan sel usus memproduksi enzim dengan cara menyalurkan informasi satu sama lain. Informasi terkait proses pencernaan, penyerapan hingga pembuangan.
Sebelum memilih asupan makanan, sebaiknya kita mencari tahu terlebih dahulu mengenai 3 hal berikut :

• Apakah bermanfaat untuk menyuplai enzim?
• Apakah menyokong kinerja enzim?
• Apakah menguras enzim?
Kita tidak hidup sendiri lho Sahabat, karena di dalam tubuh kita, terutama usus, ada banyak sekali bakteri yang perlu disokong kehidupannya. Sehingga sangat penting menciptakan lingkungan yang baik untuk usus. Dan bahan-bahan yang tidak memiliki manfaat pada tubuh akan dianggap racun.

Fungsi Asam Lambung

Asam lambung diketahui memiliki 3 fungsi utama, antara lain :
1. Mengubah pepsinogen menjadi pepsin untuk mencerna protein
2. Mematikan bakteri yang ikut terbawa dalam makanan dan minuman
3. Menstabilkan zat gula atau pati dari karbohidrat

Proses Pencernaan Normal Manusia

Sesuai yang dianjurkan, makanan sebaiknya dikunyah di dalam mulut sebanyak 32 kali. Karena organ pencernaan bawah tidak memiliki gigi sebagai pemecah makanan, sehingga butuh bekerja lebih keras untuk mencerna saat makanan masih berukuran besar. Di dalam lambung, makanan diolah sebagai bubur kim ➡️ lalu masuk usus halus (duodenum-jejunum-ileum) ➡️ kemudian ke usus besar (kolon).

Kondisi pH lambung yang normal adalah 2, dan saat masuk ke usus halus, kondisi makanan distabilkan menjadi alkali oleh getah pankreas. Proses detoksifikasi terjadi di hati dimana bubur makanan yang telah mencair dibawa melalui pembuluh darah dan aliran getah bening ➡️ lalu masuk ke kolon ➡️ kondisi kolon lembab, basa, dan terjadilah fermentasi yang kemudian menjadi feses untuk dikeluarkan. 
Proses pencernaan
Fase pembuangan umumnya terjadi pada pagi hari. Namun jika pembuangan tidak lancar, berarti ada masalah dalam proses fermentasi. Fermentasi bisa saja telah dimulai sejak makanan berada dalam usus halus, yang disebabkan oleh pola makan yang salah. Keadaan ini dapat menyebabkan terjadinya peningkatan asam lambung. Kondisi sembelit juga mengakibatkan kotoran yang seharusnya dikeluarkan, terus mengalami pembusukan di dalam usus.

Di dalam kolon, terdapat bakteri pembusuk dan bakteri sehat. Bakteri sehat menetralisir efek fermentasi dan toksin, dan membantu menghasilkan vitamin-vitamin yang masih dapat diserap dari sisa makanan yang dicerna. Dua keadaan yang menyebabkan penurunan jumlah bakteri sehat adalah pola makan yang salah dan penggunaan antibiotik yang tidak sesuai, karena berpotensi mengganggu keseimbangan flora usus.

Enterocyte

Enterocyte merupakan sebutan untuk mikrovili pada vili-vili usus. Sama seperti sel lain, enterocyte juga melalui pembentukan yang terjadi terus-menerus (regenerasi sel). Pada usus, terdapat enterocyte muda dan enterocyte tua yang akan mati. Enterocyte inilah yang melakukan pertukaran nutrisi pada mukosa usus ke dalam pembuluh darah.

Untuk membentuk dinding sel enterocyte, atau dikenal dengan fosfolipid bilayer, diperlukan lemak sehat. Sebab, lemak sehat membuat sel dapat bekerja secara optimal. Namun bila yang dikonsumsi adalah lemak tidak sehat, dinding sel tetap terbentuk, namun kinerjanya menjadi kurang optimal. 

Enterocyte

Enzim dan Usus

Dygestive enzyme atau enzim pencernaan dihasilkan oleh dinding duodenum. Jenisnya ada 2, yaitu sekretin dan cholecystokinin, yang disimpan di pankreas dan dikeluarkan saat diperlukan.

Ulkus duodenum atau tukak 12 jari atau perlukaan pada usus, dapat terjadi karena asam lambung turun ke duodenum. Penyebabnya adalah tidak adanya sekretin sebagai penyetop gastric juice dan pankreas yang kehilangan kemampuannya menghasilkan bikarbonat sebagai penetralisir asam. 

Sistem Siklus Pencernaan

Fase pencernaan : 12 siang - 8 malam
Di fase ini boleh makan makanan dengan porsi nutrisi lengkap.
Fase penyerapan : 8 malam - 4 pagi
Fase ini terjadi saat kita tidur, sebaiknya tidak makan di waktu ini, karena energi tubuh yang seharusnya untuk istirahat harus terbagi untuk mencerna makanan.
Fase pembuangan : 4 pagi - 12 siang
Lebih baik di fase ini mengkonsumsi buah-buahan, karena makan berat dapat menurunkan intensitas proses pembuangan.
Siklus sistem pencernaan


Xenoestrogen dan Leaky Gut Syndrome


Leaky gut syndrome adalah kondisi dimana permeabilitas usus meningkat atau pori-pori permukaan usus melebar karena berbagai faktor, sehingga menyebabkan bakteri patogen dan bahan pangan sulit cerna masuk ke dalam pembuluh darah.
Leaky gut syndrome
Saat semua faktor berkumpul (rendahnya nutrisi, stress, produk gluten, dairy), bakteri patogen dalam usus (normalnya 15%) akan mengubah lingkungan dengan mengambil alih fungsi probiotik atau bakteri baik (normal 80%). Bakteri patogen juga membuat lubang pada dinding usus dan terjadi peningkatan pertumbuhan jamur.

Keadaan tersebut membuat barrier atau pertahanan usus melemah dan protein zanulin diproduksi guna membuka tight junction (ikatan antar enterocyte), sehingga permeabilitas usus menjadi meningkat. Kumpulan toksin, bakteri patogen, dan partikel makanan sulit cerna masuk ke dalam peredaran darah. Kemudian menyebar sistem imun mengeluarkan antibodi karena merasa ada benda asing. Bila kondisi ini berlangsung dalam waktu lama akan menimbulkan gejala kronis hingga menyerang ke organ dalam.
Video ilustrasi penjelasan leaky gut

Video penjelasan gluten

Sistematika Terjadinya Auto Imun

Secara normal, probiotik yang merupakan bakteri baik usus masuk ke dalam peredaran darah bersama sel-sel imun (disebut dengan sel B dan sel T). Sel B dan sel T mengeluarkan imunoglobulin yang berfungsi sebagai antibodi sebagai pertahanan diri dari alergi dan melawan bakteri dan virus. 

Jumlah alergen, kuman, toksin, bahan pangan sulit cerna yang terlalu banyak terserap di dalam darah membuat sistem imun terus bekerja. Apabila sudah mengenai jaringan, maka akan timbullah beragam penyakit. Reaksi ini dikenal dengan auto imun, yaitu ketika imun tubuh menyerang sel sehat yang mengandung bahan asing.

Penyebab Leaky Gut

1. Makanan
Antara lain produk gluten, dairy, gula pasir, junk food, fast food, makanan kemasan pabrik, serta bahan pangan mengandung GMO (Genetic Modified Organism).

2. Peningkatan toksin karena banyaknya xenoestrogen
Xenoestrogen merupakan bahan yang menyerupai hormon estrogen dan dianggap patogen oleh tubuh.

3. Stress
Kebiasaan makan makanan baik menciptakan suasana hati dan perilaku yang baik atau tidak mudah stress. Sehingga ibadah dapat maksimal dan hubungan antar sesama juga terjalin hangat. Sedangkan makanan tidak thoyyib dapat menciptakan kondisi sebaliknya.

4. Memerangi kuman berlebihan
Dikenal dengan istilah over hygiene, yaitu gaya hidup yang terlalu bersih sehingga justru dapat mematikan flora normal dalam tubuh. Seperti tidak mau makan dengan tangan, atau kebiasaan mencuci area kewanitaan dengan sabun pembersih khusus.

5. Overuse of medication
Penggunaan antibiotik, asam mefenamat, aspirin tanpa resep dokter atau secara berlebihan, bisa menyebabkan flora usus terganggu.

Xenoestrogen

Xenoestrogen
Xenoestrogen dalam jumlah besar berdampak pada terjadinya leaky gut syndrome. Sumber munculnya hormon ini disebabkan beberapa faktor, antara lain :

1. KB hormonal
Seperti suntik dan pil. Bila Sahabat tetap memilih untuk menggunakan, sebaiknya diimbangi dengan mengkonsumsi DIM (diindolyl methane). Terdapat pada jenis sayuran kubis, kembang kol, brokoli, kubis brussel, kangkung, kale, lobak, selada air, dan sawi hijau. KB terbaik adalah pada suami, dengan mengkonsumsi air infus biji pepaya, yang mampu menghambat pertumbuhan sperma terganggu sementara waktu.
2. Kosmetik dan self care product
3. Plastik
Mengandung bisphenol A (BPA) dan phthalates, yang apabila bersentuhan dengan makanan panas dapat mentransfer xenoestrogen dalam jumlah sangat besar.
4. Pestisida
5. Produk pembersih rumah tangga
6. Pembalut dan popok sekali pakai
7. Kedelai dan flaxseed
Kedelai yang banyak beredar sekarang adalah produk GMO, sebaiknya tidak dikonsumi harian atau sebelum dikonsumsi diolah terlebih dahulu. Seperti direndam, lalu dimunculkan kecambah, dimasak, dan difermentasikan. Flaxseed mengandung zat-zat anti nutrisi yaitu cyanogenic glicosida dan titik acid, yang dapat menghambat penyerapan mineral seperti kalsium, magnesium dan zat besi. Pengolahannya dengan cara dikecambahkan terlebih dahulu lalu dijadikan bubuk. 

Efek Leaky Gut Syndrome di Seluruh Tubuh

Manifestasi dari kumpulan bahan asing yang tidak ramah di perut, dalam jangka panjang menyebabkan permeabilitas atau kemampuan meloloskan partikel pada usus meningkat. Sehingga sistem imun bekerja terus-menerus untuk melawan benda asing tersebut, dan yang tampak pada tanda kronis Leaky Gut Syndrome dapat dirasakan di beberapa organ berikut.
Efek Leaky gut

Tes Lab Kasus Leaky Gut

  • LBT (Lactose Lose Breath Test) ➡️ mengetahui overgrowth bacteria
  • OAT (Organic Acid Test) ➡️ mengetahui defisiensi vitamin
  • IgG ((Antibodi) ➡️ mengetahui alergi
  • Feses ➡️ mengetahui keseimbangan bakteri baik dan patogen


Leaky Gut Quiz

Meskipun tes laboratorium memberikan hasil lebih valid, namun untuk melakukannya diperlukan  biaya yang tidak sedikit, serta waktu sekian lama menunggu hasil keluar. Maka dari itu, pengecekan yang lebih mudah apakah seseorang terdampak Leaky Gut atau tidak, adalah dengan menjawab beberapa pertanyaan kuis berikut ini dan mencocokkan skor akhir dengan hasil interpretasinya.. 








Alhamdulillah, demikian resume materi terkait enzim, kinerja usus, xenoestrogen dan leaky gut syndrome dari dokter Herlin Ramadhanti sudah saya paparkan. Semoga kita semakin semangat dalam berhijrah ke makanan yang halal dan thoyyib. Share kisah hijrah pola maknmu dibawah ya.


Referensi


Materi kelas Ikarie Grup, Muslimah Melek Sehat Level 1 oleh dr. Herlin Ramadhanti

http://www.pasiensehat.com/2014/12/teori-leaky-gut-bagaimana-penyebab-autoimun.html?m=1

https://www.hindawi.com/journals/bmri/2018/2819154/

Jurnal Faris eka setiawan, Universitas Diponegoro


Materi kelas Muslimah Melek Sehat Level 1 oleh Ikarie Group bimbingan dr. Herlin Ramadhanti
Ummi Maryama
Teman mainnya Maryam dan Hisham | Islamic Parenting - Home Education - Healthy Lifestyle Enthusiast | Partner belajar sekaligus pembelajar Al Qur'an

Related Posts

1 comment

  1. Assalamu'alaikum bu umi artikelnya sangat menarik dan berguna sekali buat saya, saya adalah penderita gerd yang 4 bulan terakhir ini hijrah ke pola makan yang mudah2an thoyyib sudah menghindari gluten, gula pasir, susu dan produk olahannya, meski saya tau info seperti ini sudah dalam keadaan sakit saya tetap bersyukur kepada Allah karena telah di dekatkan dng orang hebat dan baik mau membagi ilmunya, awalnya sebelum ubah pola makan keluhan yang saya alami bnyak sekali tp alhamdulillah setelah ubah pola makan keluhan mulai mereda tp yg masih saya rasakan di bagian tenggorokan masih kerasa ganjel dan badan masih sering lemes, mudah2an saya istiqomah ubah pola makan ini dan Allah kasih bonus sehat Aamiin. Sekali lagi makasih ya atas sharing ilmunya 🥰

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email